Menurut Rifky pembentukan tim 9 oleh Menpora tidak diperlukan sama sekali, karena hanya akan semakin memperkeruh suasana saja. Dia meminta Menpora seharusnya memberdayakan jajaran internal Kemenpora sendiri untuk menjalin komunikasi dengan PSSI.
"Tim 9 itu tidak perlu ada. Karena kan sebetulnya kalau memang sikapnya mengawasi ataupun berkomunikasi, kementerian sendiri sudah punya struktur seperti deputi, direktur, dan jajarannya. Bisa saja mengundang langsung PSSI dan nanti bisa meminta masukan dari KONI atau KOI. Kenapa harus membentuk tim-tim lain yang mungkin malah akan memperkeruh keadaan," jelas Rifky.
Lebih lanjut politisi dari Partai Demokrat itu mempertanyakan anggaran yang mencapai hingga Rp. 2 miliar untuk biaya operasional kerja tim 9 dalam waktu tiga bulan ke depan.
"Anggarannya juga 2 miliar, lebih baik uang tersebut diberikan untuk kas PSSI agar bisa dipakai untuk mendukung dan memperbaiki program-program mereka ke depan. Saya rasa itu buang-buang duit saja," kritiknya.
Rifky tak segan memberikan pujiannya kepada PSSI yang dinilai mampu mendanai organisasi secara mandiri tanpa sedikitpun meminta bantuan kepada pemerintah.
"Suatu kebanggaan dari kita bersama bahwa PSSI secara keuangan sudah mandiri. Itu sebuah hal yang patut diapresiasi. Tetapi kalau memang ada yang harus didukung, ya kami siap beri dukungan," tukasnya.