Resistensi atas kebijakan Menpora membentuk tim 9 mulai ditunjukkan oleh pengurus Asprov PSSI. Mereka bergabung bersama membentuk sebuah forum untuk mengajukan mosi tidak percaya kepada Menpora.
"Kami baru kembali dari suatu kesulitan, janganlah menciptakan kesulitan yang baru lagi. Kalau Menpora mau membantu, bantulah dalam bentuk pembangunan infrastruktur," ujar Sekertaris Jenderal Asosiasi Provinsi Maluku, Supyan Lestaluhu.
Pembentukan tim 9 yang bertugas mengevaluasi kinerja PSSI dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah kepada asosiasi tertinggi sepakbola di tanah air tersebut.
Langkah itu diperkirakan justru akan berujung kepada pembekuan PSSI oleh FIFA. Karena dalam statuta FIFA, segala bentuk intervensi politik tidak dapat dibenarkan sama sekali.
Akan tetapi, di tempat terpisah salah satu anggota tim 9 yang juga Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto membantah hal tersebut.
Menurutnya isu tersebut berkembang karena belum adanya pembicaraan antara Kemenpora dan PSSI. Sehingga yang ada saat ini hanyalah persepsi yang tidak jelas.
"Nanti cepat atau lambat, langsung maupun tidak langsung akan kami undang semua pihak terkait termasuk PSSI dan kami jelaskan semuannya. Sekarang kalau kita mengikuti arus pemberitaan bakal macam-macam. Pembekuan, kemudian ada PSSI tandingan. Yang pasti akan kita jelaskan sejelas-jelasnya," kata Gatot.