Menpora Balas Mosi Tak Percaya Asprov PSSI

Selasa, 6 Januari 2015 02:37 WIB
Editor: Jhon Purba
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Imam Nahrawi. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Imam Nahrawi.

Tujuh jawaban sebagai balasan Kemenpora terhadap mosi tidak percaya Asprov PSSI yang dikeluarkan Asprov, Senin sore di Jakarta. Salah satu mosi tidak percaya Asprov menyatakan Imam Nahrawi tak layak mengemban tugas sebagai menteri.

Berikut tujuh butir jawaban Kemenpora kepada Asprov PSSI:

1. Enam poin yang dilayangkan tersebut cenderung sangat emosional karena Tim-9 baru mengadakan rapat perdana pada 5 Januari 2015 siang, sama sekali tidak menunjukkan sikap konfrontatif dan provokatif terhadap PSSI. Justru tema utama adalah ajakan pada publik untuk mengusung esensi national character building dalam persepakbolaan nasional.

2. Menpora baik sebelum maupun setelah Tim-9 dibentuk sama sekali tidak pernah melontarkan pernyataan bagi pentingnya pembekuan PSSI ataupun pembentukan PSSI tandingan atau bahkan penggantian pengurus PSSI yang eksisting. Ini dibuktikan dengan menyimak dari semua media yang ada.

3. Keberadaan Tim-9 pada dasarnya untuk perbaikan prestasi persepakbolaan nasional. Hendaknya diingat sesuai UU No 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional, khususnya Pasal 1 butir 33 menyebutkan Menteri adalah menteri yang bertanggung jawab dalam keolahragaan. Sudah sewajarnya Menpora melakukan langkah perbaikan persepakbolaan nasional sebagai bagian dari keolahragaan nasional.

4. Kebutuhan Kemenpora melalui Tim-9 untuk berkonsultasi dengan pemangku kepentingan bidang olahraga, baik langsung maupun tidak langsung, sudah ada dalam agenda kerja Tim-9, termasuk mengundang KOI dan KONI pada pertemuan pada 7 Januari 2015.

5. Kompetensi Imam Nahrawi selaku Menpora tentu sudah dipertimbangkan dan diketahui oleh Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla sebelum penunjukkan. Sejauh ini dalam kurun waktu 2 bulan lebih sejak dilantik sudah menunjukkan sejumlah prestasi signifikan bagi pengembangan olahraga. Seperti penyelesaian rekomendasi alih fungsi Stadion Lebak Bulus, keterbukaan komunikasi dengan pengurus cabang olahraga, rencana pembangunan one field for one village seluruh Indonesia bersama menteri terakit, akan melanjutkan pembangunan fasilitas Hambalang yang sempat terhenti dan lain-lain.

6. Munculnya mosi yang disampaikan di kantor PSSI menunjukkan inkonsistensi PSSI terhadap keberadaan Tim-9 yang semula sempat mengecam keras jauh sebelum Tim-9 terbentuk, kemudian agak mengendur di hari pembentukan Tim-9, tapi mengeras kembali penolakannya saat Kongres PSSI 4 Januari 2015, meskipun Ketua Umum PSSI sempat mengatakan tidak perlu mempersoalkan Tim-9 karena tidak mengetahui platform-nya.

7. Kemenpora mengimbau PSSI dan jajarannya untuk tetap kooperatif bagi evaluasi ini karena selain transparan, juga bukan untuk kepentingan Menpora pribadi, tetapi untuk kepentingan bangsa Indonesia secara keseluruhan.