Persiba Bantul hanya bertahan satu musim saat bertarung di Indonesia Super League (ISL). Mereka terdampar di dasar klasemen grup sehingga harus kembali ke Divisi Utama (DU) musim ini.
Krisis finansial membuat Persiba tak mampu bersaing dengan raksasa ISL seperti Persebaya Surabaya, Mitra Kukar atau Persipura Jayapura. Bagaimana tidak, dengan dana yang minim, sulit bagi Persiba membentuk skuad yang kuat.
Faktor dana memang sangat berperan bagi klub yang mengarungi kasta tertinggi. Karena itu Persiba tidak tergesa-gesa kembali ke jalur promosi.
"Dibutuhkan persiapan yang matang dengan dana yang kuat bila ingin kembali berkompetisi di ISL. Faktor dana sangat menentukan. Dengan dana yang besar maka klub bisa membentuk tim yang kuat. Kami pun tidak tergesa-gesa untuk promosi," ujar sekretaris Persiba, Wikan Wirdo Kisworo.
Menurutnya Persiba akan fokus di DU. Bila sudah benar-benar siap, mereka akan menargetkan promosi ke ISL.
"Untuk saat ini kami fokus di DU. Tentu kami berharap untuk promosi. Tapi sekali lagi, kami harus melakukan persiapan lebih baik. Kami belajar dari kegagalan di musim lalu," jelasnya.
Persiba sendiri sudah melakukan seleksi pemain. Seleksi dipimpin langsung pelatih kepala Didik Listiyantara bersama asistennya, Sajuri Syahid. Dari seleksi pemain lokal, pelatih mendapatkan 25 pemain. Namun hanya 22 pemain yang direkrut. Mereka digabung dengan pemain lama seperti Slamet Widodo, Ryan Wahyu dan Johan Manaji.
"Kami hanya mencari 22 pemain. Ini sudah termasuk tujuh pemain magang. Jadi, mereka yang ikut seleksi harus bekerja keras untuk masuk tim Persiba musim ini," kata manajer Ronny Kintoko.
"Mereka akan digabung dengan eks pemain Persiba musim lalu. Kami berharap Kamis pekan depan, tim sudah terbentuk dan bisa menjalani latihan perdana," pungkasnya.
981