Gatot yang tercatat sebagai Deputi Kelima Menpora memastikan keputusan mundur Budiarto Shambazy karena pihak dari institusi yang bersangkutan ingin menarik dirinya kembali.
“Dengan hormat, saya ingin menyampaikan ada satu anggota kami yang dengan resmi mengundurkan diri dari keanggotaan karena ditarik dari institusinya sendiri, jadi kami juga harus menghormatinya, yaitu Budiarto Shambazy,” kata Gatot.
“Pada tanggal 6 Januari yang lalu, ada surat resmi dari Pemimpin Redaksi Kompas yang dapat memahami tim sembilan, begitu pula sebaliknya. Untuk menjaga independensi Kompas, maka Budiarto Shambazy bisa untuk ditarik dari tim sembilan," pungkas Gatot di kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta.
Atas pengunduran ini, Gatot, sebagai perwakilan dari tim sembilan juga mengungkapkan bahwa pihak tim sembilan secara independen juga dapat menerima keputusan tersebut. Meskipun surat pengunduran diri diberikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi bukan secara langsung dari Budiarto Shambazy.
Selain itu, Gatot juga menegaskan akan segera mencari pengganti Budiarto Shambazy dalam waktu cepat dan tidak akan menunggu lama, meski masih sedang dalam tahap pembicaraan dalam anggota tim sembilan.
"Untuk penggantinya, kami akan sampaikan siapa nanti yang akan menjadi penggantinya dalam waktu dekat kepada media karena pekerjaan tim 9 benar-benar hanya menunggu hitungan waktu, hitung-hitungan yang sangat cepat, sehingga tidak bisa menunggu untuk waktu yg sangat lama mencari penggantinya, supaya tidak ada isu lain juga," tegas Gatot.
Dalam rapat yang dibicarakan tim sembilan, beberapa tokoh penting turut hadir, seperti Ketua Umum KOI Ibu Rita Subowo, Ketua Umum KONI Hartono Surahman dan beberapa tokoh lain.