Dwi Irianto, mantan direktur utama PT Putra Insan Mandiri (PIM) yang mengelola PSIM, mengungkapkan tidak bisa mencegah keputusan mundur Haryadi. Apalagi kepala daerah memang tidak diizinkan memimpin cabang olahraga atau klub profesional.
"Kami bisa memahami bila beliau memutuskan mundur sebagai Ketua Umum PSIM. Sulit bagi Haryadi yang merupakan kepala daerah tapi juga menjadi ketua umum sebuah klub profesional," kata Dwi.
"Ada surat edaran dari Mendagri kalau kepala daerah tidak bisa menjabat pada cabang olah raga atau klub profesional. Karena itu, beliau memang berada pada situasi sulit,” tambahnya.
Sebelumnya Haryadi mengaku pernah ditegur secara lisan oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahyo Kumolo, karena masih menjabat sebagai ketua umum klub profesional. Ini yang menguatkan rencana Haryadi untuk melepaskan jabatan tersebut.
Pemilihan ketua umum baru akan dilaksanakan pada Minggu (11/1/15). Pertemuan tersebut juga akan membentuk pengelola manajemen PSIM 2015. Pertemuan rencananya dihadiri 26 perkumpulan di bawah Pengcab PSSI Kota yang menjadi pemilik PSIM.
"Tidak hanya perkumpulan, tapi kami juga mengundang stake holder dan mereka yang peduli pada PSIM untuk mencari ketua umum baru sekaligus membentuk pengelola manajemen PSIM. Kami berharap manajemen segera terbentuk agar bisa menetapkan pelatih dan kemudian merekrut pemain," ujar Iriantoko Cahyo Dumadi, selaku fasilitator pertemuan yang musim lalu menjabat sebagai direktur keuangan PSIM.