Belum lama ini pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menjatuhi hukuman denda sebesar 20 ribu poundsterling pada penjaga gawangnya karena ketahuan menghisap rokok. Namun sang pelatih mengaku terbiasa merokok saat dirinya masih muda.Hidup di lingkungan dengan banyak orang merokok, Wenger bahkan menghabiskan masa kecilnya sebagai penjual rokok. Namun Wenger mengatakan, tidak merokok adalah hal terbaik yang harus dilakukan.
Pria kelahiran Duttlenheim, kota kecil di Prancis ini bercerita bahwa dia kerap berada di bar milik ayahnya, La Croix d'Or.
"Saya besar di bar yang jendelanya pun tak terlihat karena terhalang kepulan asap rokok. Karenanya saya menghabiskan masa kecil saya dengan berjualan rokok,"kata Wenger pada pada Telegraph.
Bagi dia, rokok tak selalu memberi dampak buruk bagi seorang atlit. Dampak yang ditimbulkan akan bergantung dari berapa banyak rokok yang dihabiskan. Namun demikian, Wenger tetap menyarankan agar orang-orang, apalagi atlit, tidak merokok.
"Saya yakin ada banyak atlit top yang suka merokok, tapi itu bukan contoh yang baik. Yang terbaik, tetap jangan merokok,"ucapnya.
Sewaktu masih muda, Wenger sering tertangkap kamera tengah merokok sepanjang pertandingan sambil menyaksikan timnya berlaga. Kebiasaan itu, kata dia, dilakukan untuk mengahalau stres yang sangat menekan.
"Saat saya menyaksikan rekaman masa muda saya, merokok sepanjang pertandingan, saya merasa itu bukan saya,"katanya.
Sebelumnya, Arsenal menjatuhkan denda sebesar 20 ribu poundsterling pada penjaga gawangnya, Wojciech Szczesny, karena dipergoki tengah merokok usai bertanding melawan Southampton 1 Januari lalu. Saat itu, Wojciech dijadikan kambing hitas atas kekalahan timnya 2-0 dari Southampton.