Hal itu dikatakan Chief Executive Officer (CEO), Arema Cronus, Iwan Budianto. Menurut Budianto saat ini manajemen Arema tengah menjalin negosiasi dengan enam calon sponsor yang berpotens menyuntikkan dana ke klub pujaan Aremania ini.
"Ada beberapa yang sedang negosiasi dengan kita," ungkap pria yang akrab disapa IB ini.
Bahkan, Ia membeberkan, empat dari enam calon sponsor Arema merupakan perusahaan kelas kakap. "Empat yang besar, dan 2 yang berpotensi sedang," sambungnya.
Sayangnya, mantan Direktur Badan Liga Amatir Indonesia (BLAI) ini enggan membuka nama calon sponsor Arema. "Kalau sudah deal baru dipublikasikan," elak dia.
Potensi pemasukan Arema dari sponshorship musim ini bisa lebih banyak dibanding musim lalu. Musim ini PT Liga Indonesia (PT LI) akan menggulirkan Piala Indonesia. Dengan digelarnya PI, maka potensi pemasukan akan melimpah. "Karena kita masih punya kompetisi Copa (Piala Indonesia) yang sedang kita "bidding" sponsornya," tuturnya.
Bahkan pemasukan Arema akan bertambah lagi dari e-board electric LED Perimeter Advertising Led Display di stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. Musim lalu Arema bisa mendapat suntikan dari 15 sponsor yang bersifat insidentil di setiap pertandingan home yang terpampang di e-board.
Dengan potensi tersebut, tambah IB, manajemen menargetkan dapat mengantongi dana sebesar Rp 10 miliar yang hanya berasal dari sponsorship.