"Persiram tetap di Sleman," kata Sekretaris PT Liga Indonesia Tigor Shalom Boboy di Kantor PSSI Senayan, Jakarta.
Stadion Maguwoharjo Sleman, Yogyakarta, menjadi markas tim yang berjuluk "Dewa Laut" itu untuk kedua kalinya. Hal tersebut terjadi karena stadion yang berada di Raja Ampat, Papua, masih dalam tahap perbaikan.
Meski kembali menggunakan Stadion Maguwoharjo yang juga merupakan markas tim Divisi Utama, PSS Sleman, Persiram Raja Ampat kemungkinan tidak akan menggunakannya selama satu musim karena stadion yang saat ini diperbaiki akan bisa digunakan pada pertengahan tahun ini.
Stadion Maguwoharjo merupakan salah satu stadion terbaik yang ada di Indonesia. Selain untuk markas tim, stadion dengan kapasitas 40 ribu penonton itu sering digunakan untuk pertandingan internasional, baik tim maupun Timnas Indonesia. Dengan demikian tidak lagi dilakukan verifikasi.
Hingga saat ini sudah empat stadion yang ditinjau, yaitu Stadion Segiri yang merupakan markas Pusamania Borneo FC, Stadion Agus Salim (Semen Padang), Stadion Dipta (Pusam Bali United), dan Stadion Mattoanging (PSM) Makassar.
"Khusus untuk PSM kami meminta manajemen memastikan hubungan dengan pengelola stadion. Untuk yang lain masih dalam proses perbaikan," kata Tigor.
Setelah melakukan verifikasi terhadap empat stadion, selanjutnya tim dari PT Liga Indonesia melakukan verifikasi terhadap Stadion Siliwangi Bandung, Stadion Surajaya Lamongan (Persela), Stadion Tri Dharma (Gresik United), dan Stadion Demang Lehman (Barito Putra).
455
Persiram Kembali Bermarkas di Sleman
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT