Gol indah Ferdinand Sinaga sukses mengantarkan Sriwijaya FC memetik tiga poin, gol yang dinanti-nanti ini dipersembahkannya untuk pendukung Sriwijaya FC dan tim.
Bagaimana tidak, telah cukup lama rekan-rekannya berusaha untuk mencetak gol akan tetapi usaha itu selalu kandas. Pemilik jersey 17 Laskar Wong Kito inipun tak terhitung berapa kali coba menekan tapi selalu gagal.
"Gol ini menjadi gol satu-satunya, itupun diwaktu yang tepat, kita sudah menunggunya cukup lama dan ini buat pendukung SFC dan tim," kata Ferdinand Sinaga, Minggu (18/01/15).
Kemenangan yang diraih Sriwijaya FC, dimata sang kapten bukanlah karena golnya semata, akan tetapi bagaimana setiap pemain dan lini bekerja keras mempertahankannya.
Lini depan telah bekerja keras untuk dapat merobohkan pertahanan Persija, hingga berbuah tendangan bebas yang dieksekusinya, para gelandang telah menjadi motor serangan dan kawan-kawan di depan, sementara pemain bertahan telah bekerja keras mempertahankan keunggulan.
"Kemenangan ini berkat semuanya bermain disiplin dan kita terus berusaha menjalankan intruksi pelatih," ungkapnya.
Akan tetapi pemain terbaik ISL musim 2014 ini mengakui bila 25 menit babak pertama penampilan Laskar Wong Kito tak begitu baik, pelatih pun menyadari hal itu. Pemain dan pelatih bangkit setelah akhir babak pertama dan semakin membaik di babak kedua.
"Kita akan berusaha baik lagi di pertandingan berikutnya," ujarnya.