Eks Kapten United Kritik Strategi Van Gaal

Selasa, 20 Januari 2015 12:06 WIB
Editor: Aditiyo Wirawan
 Copyright:

Pasalnya, dalam skema 3-5-2 yang diandalkan Van Gaal, permainan Man United cenderung monoton sehingga mudah diantisipasi lawannya.

Hal itu terlihat dalam laga melawan Queens Park Rangers akhir pekan lalu. Saat memakai pola 3-5-2 pada babak pertama, Red Devils kesulitan mencetak gol. Setelah mengubah skema menjadi dari tiga menjadi empat bek, barulah United mampu mencetak gol.

Ketika itu, Van Gaal menarik salah satu bek tengahnya, Jonny Evans, dengan penyerang James Wilson. Hasilnya cukup moncer. Red Devils langsung mencetak gol setelah pergantian tersebut.

"Louis van Gaal ingin timnya membuat mampu memainkan bola dan mengubah arah permainan. Mereka sering memainkan bola di belakang dan tempo menjadi lambat karena seringnya terjadi umpan ke belakang," ujar Neville dalam acara Monday Night Football.

"Dalam beberapa laga terakhir, mereka mudah ditebak. Tapi, mereka menjadi jauh lebih berbahaya ketika berganti sistem seperti pertandingan Sabtu lalu," tambahnya.

Pola 3-5-2 ini menjadi favorit Van Gaal setelah mampu membawa Belanda tampil sebagai peringkat ketiga di Piala Dunia 2014 lalu.

Sementara, Man United tidak terlalu familiar dengan formasi ini. Selama ditangani Alex Ferguson dalam dua dekade terakhir, Red Devils kerap tampil dengan skema empat bek dan memakai pola 4-4-2.

511