Seperti diberitakan The Guardian, ketiganya telah menjadi partner FIFA dalam beberapa tahun terakhir. Mereka juga termasuk dalam sponsor utama saat perhelatan Piala Dunia 2014 lalu.
Penolakan ini merupakan sebuah pukulan telak bagi FIFA. Ini menunjukkan bahwa kredibilitas organisasi ini mulai menurun di mata para pengiklan.
Saat ini, organisasi yang dipimpin oleh Sepp Blatter tersebut tengah menjadi sorotan terkait kasus pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022 yang penuh kontroversi. Terpilihnya Qatar dan Rusia sebagai tuan rumah ajang tersebut diduga karena campur tangan FIFA.
Kehilangan tiga sponsor ini merupakan kerugian. Sebab, mereka merupakan sponsor-sponsor utama yang setiap tahun membayar uang sebesar 24 hingga 44 juta dolar AS.
Continental Tyres telah bekerja sama sejak 2010, Castrol sejak 2008, sedangkan Johnson & Johnson berpartner sejak 2011. Sebelumnya, FIFA telah kehilangan sponsor kakap lainnya, yaitu Sony dan Emirates yang juga memperpanjang kontrak.