AS Roma melewati hari yang kurang menyenangkan setelah hanya membawa pulang satu angka dari kandang Fiorentina. Sebetulnya, Roma berambisi memangkas jarak dengan Juventus, yang kini nyaman di singgasana klasemen sementara Serie A dengan catatan 49 poin.
Hasil seri 1-1 itu, tentu membuat langkah Roma semakin berat untuk mengejar perolehan poin Si Nyonya Tua, pasalnya kini I Giallorossi tertahan di posisi kedua dan terpaut tujuh angka dari Bianconeri di papan klasemen.
Pelatih Roma, Garcia, tak ambil pusing dengan hasil tersebut. Garcia hanya bisa mengambil hal-hal positif dari babak pertama dan berupaya tampil lebih baik saat timnya berada pada situasi tertinggal.
“Reaksi yang bagus dan kami memainkan babak kedua dengan sangat baik, jadi marilah lihat hal-hal positif. Memang benar, kami bisa melakukan hal yang lebih baik di babak pertama, tapi kami tahu Fiorentina memiliki kualitas,” ucap Garcia seperti dilansir Sky Sport Italia.
“Kami terus menjaga pergerakan lawan kami di babak pertama, namun rencana tersebut justru berbalik. Setelah istirahat, kami lebih ambisius dan menciptakan banyak peluang untuk mencetak gol,” tandasnya.
“Manuel Iturbe turut memberi umpan yang sangat baik kepada untuk Ljajic. Kami merasa malu karena tidak berhasil mendapatkan gol kedua dari passing Totti. Iturbe membuktikan dirinya sebagai pemain hebat dan jika ia terus meningkatkan diri, maka itu akan baik baginya dan kami,” harapnya.
“Kami memberi perlawanan ketat pada lawan kami, lebih agresif dan karena itu juga kami bisa membuka ruang untuk menyerang,” pungkasnya.
“Fiorentina sangat agresif dan layak dihormati, tapi itu juga menjadi masalah kita tidak bisa bertahan dengan baik. Untuk menyerang, anda perlu untuk memenangkan bola,” tambahnya.
“Kami datang ke sini untuk menang, meskipun Fiorentina adalah tim yang sangat baik. Saya lebih suka melihat penampilan tim di babak kedua dan memulai serangan. Seperti tim saya, saya sangat termotivasi dan santai,” tutupnya.