Inter Milan harus tertunduk malu setelah dipecundangi Torino di hadapan pendukung sendiri. Hasil itu sekaligus membuat Torino mendapatkan kemenangan pertamanya atas Inter dalam 27 tahun terakhir.
Kekalahan itu membuat Mancini sedikit berang. Wajar saja, pertandingan yang diyakini akan berakhir imbang itu ternyata harus berakhir menyakitkan bagi Mancini.
Padahal Inter Milan mendominasi permainan sepanjang laga berlangsung. Namun, anak asuh Mancini itu terlihat kesulitan untuk menembus kokohnya barisan pertahanan yang dibangun Torino dan selalu gagal untuk mencetak gol.
“Saya senang dengan kinerja tim, karena tim telah menjalankan apa yang kami perlukan. Kami menguasai bola sangat baik hingga merangsek ke kotak penalti lawan. Tapi, kemudian kami kehilangan bola lalu bingung mau berbuat apa,” ucap Mancini seperti dilansir Football Italia.
“Sepakbola memang sangat kejam, terlebih harus melihat gol di detik-detik terakhir itu. Sayangnya inilah olahraga. Rasanya benar-benar sangat kejam. Saat itu, kami kehilangan fokus dan seharusnya kami tidak boleh membiarkan mereka mendapatkan sepak pojok dan tidak menjaga ketat mereka,” tandasnya.
“Inter benar-benar tidak pantas untuk meraih hasil imbang, apalagi kalah, jadi saya katakan hasil ini sangatlah kejam! Kami harus melakukan hal yang lebih baik lagi dan harus lebih banyak membuka ruang pergerakan pemain, tapi kami harus terus melakukannya. Kami sudah berada di jalur yang tepat,” tutupnya.
Dengan kekalahan itu, Inter Milan harus puas berada di peringkat 9 klasemen sementara Serie A dengan raihan 26 poin. Sementara itu, Torino masih terjebak di peringkat 12 dengan catatan 25 poin.