"Herman Dzumafo belum datang, dia rencananya datang ke Gresik besok dan langsung berlatih," ujar pelatih Persegres Liestiadi.
Selain Herman, Laskar Joko Samudro juga tengah memantau penampilan Diego Gama de Oliviera. Striker asal Brasil ini telah mengikuti seleksi sejak Senin (26/01/2015) lalu.
Kebutuhan pemain asing untuk posisi striker memang mutlak dibutuhkan Persegres untuk mempertajam daya dobrak tim. Persegres memang harus bergerak cepat merekrut satu pemain asing lagi sebelum ISL 2015 digelar. Apalagi setelah mereka mendepak Marko Djurovic yang gagal menunjukkan performa maksimal selama seleksi.
Liestiadi mengakui mencari penyerang impor memang cukup ribet. Ketika menginginkan pemain yang baru datang ke Indonesia, risikonya adalah proses adaptasi. Sedangkan untuk pemain yang sudah pernah berkompetisi di Indonesia, track record-nya kadang kurang meyakinkan.
"Saat ujicoba lawan Persepam MU, Sabtu (24/01/2015) lalu, menjadi pertandingan pertama kalinya kami tidak mencetak gol. Apalagi bermain di kandang sendiri. Saya tidak mau kondisi ini berlarut-larut dan secepatnya ada seorang striker asing yang menjadi tumpuan," sebut pelatih asal Medan ini.
Herman musim lalu berkostum Mitra Kukar, sedangkan Diego berbendera Pusamania Borneo FC. Nama Herman Dzumafo sebenarnya memiliki sisi historis yang cukup meyakinkan. Selain Mitra Kukar, dia sempat memperkuat tim bergengsi macam Sriwijaya FC, Arema Indonesia dan Persib Bandung.
Musim lalu pemain berusia 34 tahun tersebut masih sanggup menceploskan 13 gol untuk Mitra Kukar. Hanya saja faktor usia pemain asal Kamerun ini memang sudah tak muda lagi. "Karena itu, kami akan lihat bagaimana kemampuan Herman Dzumafo begitu bergabung latihan," tegas Liestiadi.
Sementara itu, Manajer Persegres Bagoes Cahyo Yuwono mengiyakan rencana timnya membandingkan penampilan Herman dan Diego. "Kami memilah siapa saja striker asing yang masih belum terikat kontrak. Semoga dari beberapa yang kami undang nanti ada yang cocok," ujarnya.