Djajang Nurjaman merasa geram atas peryataan Dejan Antonic yang menilai dirinya tidak bisa menciptakan pemain berbakat. Mendengar pernyataan tersebut, Pelatih yang kerap disapa Djanur membalas pernyataan pelatih Pelita Bandung Raya tersebut.
"Kalau menurut saya, itulah kelebihan pelatih asing, sombongnya aja yang ada. Dan kalau menurut saya dia (Dejan) sedikit GR (gede rasa). Dia merasa membina pemain muda padahal menurut saya dia tidak membina pemain muda," geram Djadjang saar ditemui di Mes Persib, Ahmad Yani Bandung.
Perperangan keduanya bermula saat Persib membidik pemain muda Pelita Bandung Raya, Rahmad Hidayat. Meski merelakan Rahmad pergi, namun pelatih Bandung Raya, Dejan Antonic sedikit menyindir Persib yang dinilai tidak bisa menciptakan pemain berbakat.
Namun, Djajang selaku pelatih Persib memiliki pandangan tersendiri perihal merekrut pemain muda Pelita Bandung Raya. Djajang mengatakan hanya untuk mengembalikan para pemain muda binaannya. Seperti halnya Dias Angga Putra.
Dias itu, lanjut dia merupakan hasil binaan dari rekan-rekannya yang berada di linkungan internal Persib. Bahkan Dias pun menjadi bagian dari Persib U-21. Tentu saja, kata dia menjadi hal yang wajar, keinginan Persib untuk mendapatkan pemain hasil binaannya sendiri.
"Dias juga bukan hanya di PBR saja, tapi dia (Dias) melanglang buana dulu ke Persisam sebelum akhirnya ke PBR. Jadi wajar dong ketika tarik kembali itu adalah bagian pembinaan dari kita. Jadi sama saja dia (Dejan) juga tidak membina," katanya.
"Begitu juga pemain lainnya, siapa yg dibina di PBR? seperti David Laly, dia kan pernah di Persipura, kecilnya di Persipura kemudian ke Persidafon. Kemudian ditarik PBR, jadi tarik menarik itu wajar pemain jadi bukan pemain binaan dia (Dejan)," sambungnya.
Dengan begitu, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengatakan jika Dejan jangan terlalu percaya diri telah berhasil menjadikan para pemain muda menjadi berkualitas.
"Jadi jangan GR lah. Memangnya saya tidak berhasil menciptakan pemain muda berkualitas? Nama-nama seperti Dedi (Kusnandar), Ferdinand (Alferd Sinaga) dan masih banyak lagi, itu hasil binaan saya. Jadi jangan seenaknya, cuma sombongnya yang ada. Saya menyesalkan, kenapa Dejan harus ngomong seperti itu," sesalnya.
Terkait mengenai Rahmad Hidayat, Djanur mengaku belum dapat memberikan komentar. Sebab bukan hanya Rahmad yang dibidiknya, melainkan ada sekitar 2 hingga 3 pemain PBR yang dibidiknya.
"Belum tahu, tapi saya akan ambil pemain PBR apakah Rahmad atau yang lain. Gozali bisa jadi, ada tiga opsi kemungkinan saya ambil pemain PBR. Dan saya tegaskan, walaupun saya ambil Rahmad, dia bukan binaan PBR atau Produata. Justru saat dia di Produta, saya sering komunikasi dengan orang Medan," pungkasnya.