"Jika Anda mencari di internet tentang FIFA anda melihat kata pertama yang ke luar: skandal, bukan kata-kata positif. Ini yang harus kita ubah pertama dan mencoba untuk meningkatkan citra FIFA. Sepakbola layak menjadi jauh lebih baik daripada ini”, ungkapnya sebagaimana dilansir Football ESPANA.
Rupanya Figo tak hanya mengkritik. Pria 42 tahun itu pun berniat meramaikan bursa calon presiden FIFA.
Terkait hal ini Figo sendiri telah melakukan pembicaraan dengan berbagai pihak. Secara prosedur pencalonan, ia mendapat dukungan yang cukup. Tak kurang dari lima anggota asosiasi yang tidak disebutkan namanya mengaku mendukung Figo.
"Saya telah berbicara dengan begitu banyak orang penting dalam sepak bola - pemain, manajer, presiden federasi dan mereka semua berpikir itu sesuatu yang harus dilakukan”, tambahnya.
Figo bukan orang pertama yang mencalonkan diri sebagai presiden FIFA. Sebelum itu sudah muncul sejumlah nama seperti mantan bintang Tottenham Hotspur dan timnas Perancis David Ginola, Pangeran Ali dari Jordania, ketua sepak bola Belanda Michael van Praag dan calon independen Jerome Champagne.
Para kandidat ini akan mendapat tantangan dari presiden petahana, Sepp Blatter yang masih berniat menduduki posisi tersebut. Figo mengaku hadirnya Blatter di bursa pemilihan kali ini menjadi sebuah tantangan tersendiri.
"Tentu saja [Blatter] sebagai orang menjalankan organisasi ini begitu lama, sejak tahun 1998, dan banyak orang bisa menjadi favorit, tapi bagi saya itu adalah tantangan yang fantastis untuk mencoba dan meyakinkan orang-orang untuk mengikuti saya dan mendukung saya”, tandasnya.