Usai mencoret Marko Djurovic, Persegres dikecewakan dengan performa barisan lini depannya. Penampilan penyerang lokalnya belum mampu menjawab ekspektasi setelah bermain imbang tanpa gol dengan Persepam Madura United di Stadion Petrokimia, Sabtu 24 Januari lalu.
Hasil itu membuat pelatih Persegres Greasik United, Liestiadi, bekerja memperbaiki performa lini depan timnya dengan mencari tukang gedor asing. Mereka lantas mendatangkan Diego Gama de Oliviera yang telah mengikuti seleksi sejak, Senin lalu. Persegres juga berharap dapat menjajal kemampuan pemain asing lainnya.
Dan mereka berharap untuk menjajal kemampuan Herman Dzumafo Epandi yang notaben mantan penyerang Mitra Kukar di ISL 2014 lalu. Sayang niat itu kandas karena Dzumafo tak kunjung datang.
"Sepertinya dia (Dzumafo) tidak jadi. Dia tidak ada itikad mau datang kesini. Awalnya, Dzumafo bilang kepada saya sudah akan tiba di Gresik, Rabu kemarin. Tapi, mana buktinya," ketus Liestiadi, ketika ditemui usai memimpin latihan.
"Seharusnya, kalau dia merasa punya kemampuan bisa ditunjukkan kepada kami disini. Bukan malah bersikap tidak mau bersaing dengan pemain lain. Dengan tidak datangnya Dzumafo di latihan, bisa disimpulkan sendiri," ungkap pelatih asal Medan ini.
Lebih lanjut Liestiadi mengaku jika mendengar kabar Dzumafo menjalin komunikasi dengan klub lain. Menurutnya, klub-klub tersebut adalah Sriwijaya FC dan Persebaya.
"Entah didekati atau mendekati, yang pasti Dzumafo tidak niat ke Persegres," tegas mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.