PT LI selaku operator Indonesia Super League (ISL) memberikan batas waktu hingga Jumat (13/2/2015) mendatang untuk menyelesaikan masalah ini. Jika tidak dapat melunasi utang-utangnya, klub hanya diperkenankan menggunakan 18 pemain lokal. Klub juga dilarang mendatangkan pemain asing karena mereka dinilai tidak sehat secara finansial dan administrasi.
Nah, manajemen Persebaya menyatakan siap melunasi tunggakan gaji kepada pemain dan tim pelatih yang memperkuat Persebaya di ISL 2014 lalu. Usai kompetisi musim lalu, terungkap jika skuad Bajul Ijo belum menerima gaji selama tiga bulan dengan nilai total Rp 3,5 miliar.
Bahkan, bila ditotal dengan nilai tunggakan Persebaya kepada pihak lain, kurang lebih mencapai Rp10 miliar. "Sudah tidak senilai itu tunggakan Persebaya sekarang. Untuk pihak-pihak lain seperti sewa apartemen, katering hingga travel sudah beres semua. Sudah tidak ada tanggungan lagi," jelas Sekretaris Tim Persebaya Rahmad Sumanjaya.
"Sekarang, nilai utang kami cuma kepada pemain dan ofisial musim lalu. Itu pun angkanya sudah berkurang. Sebelumnya memang Rp 3,5 miliar selama tiga bulan. Saat ini sudah menjadi Rp 2,8 miliar," sambung pria berkacamata ini.
Rahmad mengatakan manajemen akan lekas melunasi utang-utang tersebut sebelum tenggat waktu yang ditetapkan PT LI, yakni Jumat (13/2/2015) mendatang. Dia juga mengaku sejumlah pemain telah menerima haknya. "Saya yang ingat cuma Jandry Pitoy, sisa nama-nama pemain dibawa Pak Diar (Diar Kusuma Putra, Presiden Klub Persebaya, red). Yang pasti, ditunggu saja. Mudah-mudahan sebelum itu (deadline) sudah beres semua," tegasnya.
Untuk diketahui, CEO Persebaya Gede Widiade pernah berjanji pihaknya akan berusaha melunasi utang gaji kepada pemain dan pelatih sebelum Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT LI, 31 Januari lalu. amun, ternyata janji itu meleset.
"Yang pasti sebelum 31 Januari sudah dibayarkan. Sekarang semua melalui manajemen, ada mekanismenya. Untuk tunggakan 2014, tidak bisa langsung dibayar begitu saja karena keuangan 2014 sudah diaudit. Utang 2014 harus masuk pengeluaran 2015," jelas pengusaha properti asal Wonokromo ini, beberapa waktu lalu.