Bursa Kandidat Ketum PSSI Menyusut

Kamis, 12 Februari 2015 19:51 WIB
Penulis: Riki Ilham Rafles | Editor:
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Max Boboy saat menemui wartawan di Kantor PSSI, Kamis (12/02/15). Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Max Boboy saat menemui wartawan di Kantor PSSI, Kamis (12/02/15).

Hingga tenggat waktu untuk melengkapi persyaratan yang jatuh pada Rabu (11/02/15) malam, diketahui jumlah kandidat menyusut dari data awal yang dimiliki oleh Komite Pemilihan. Penyusutan ini dinilai karena banyak kandidat yang tidak mengembalikan formulir.

"Calon ketua umum ada 9 atau 10 yang lolos. Untuk Waketum, dari 29 kurang lebih jadi 12 atau 13. Sedangkan Exco ada sekitar 20 sampai 22 dari 147 calon. Pastinya tanggal 18 nanti diumumkan. Jumlahnya menyusut karena banyak yang tidak mengisi formulir B1," ujar Max saat ditemui di kantor PSSI.

Jumlah tersebut disebut Max masih bisa berkurang. Karena proses berikutnya Komite Pemilihan akan melakukan verifikasi lanjutan dengan memeriksa latar belakang para kandidat.

"Jumlah itu masih bisa berkurang setelah kita lakukan verifikasi. Kami melihat juga latar belakang mereka. Dari segi  usia, CV, dan kebenaran dia sudah menjadi anggota selama 5 tahun," jelas dia.

Max menambahkan, para kandidat bisa saja tereliminasi jika memiliki catatan pernah dijatuhi hukuman penjara. Tapi hal itu tidak berlaku bagi kandidat yang pernah dijatuhi hukuman oleh Komisi Disiplin PSSI.

"Kalau pernah pernah dihukum pidana mereka tidak lolos. Tapi kalau hukuman komisi disiplin tidak masalah. Karena kami kan ukurannya memakai hukum positif," tandas mantan Direktur Hukum dan Peraturan PSSI itu.

2