Alkohol dan Pesepakbola

Senin, 16 Februari 2015 19:27 WIB
Editor:
 Copyright:

Bagi sebagian pesepakbola yang miliki karir cemerlang akan sulit untuk memisahkan diri dari gemerlapnya kehidupan glamor yang penuh dengan hal-hal yang harus dijauhi pesepakbola, alkohol salah satu contohnya. 

Jauh sebelum nomor 7 digunakan Eric Cantona, David Beckham dan Cristiano Ronaldo, terselip nama megabintang Manchester United di era 60a, George Best. Best yang berposisi sebagai pemain sayap dan gelandang serang ini jadi sorotan media bukan hanya karena prestasi namun juga kecanduannya terhadap alkohol. 

Miliki paras tampan khas orang Irlandia Utara, Best jatuh ke jurang kecanduan alkohol. Ia adalah 'pioner' untuk pesepakbola yang kecaduan terhadap alkohol. Pada 2002, Best harus transplantasi hati lantaran efek alkohol bertahun-tahun. Hatinya memang diganti, tetapi  Best masih belum juga berhenti menenggak miras. Di 2005, Best tutup usia setelah menderita infeksi paru dan pendarahan dalam.

Selain Best, juga ada nama Paul Gascoigne dan Garrincha yang sulit untuk menghentikan kebiasaannya menenggak miras. Juga ada nama mantan kapten Arsenal, Tony Adams serta 'dewa' sepakbola asal Argentina, Diego Maradona. Lantas apakah alkohol jadi barang haram untuk pesepakbola? 

Menurut Dr Jamie Barker, ahli fisioterapi seperti dilansir BBC.co, alkohol yang ditenggak pesepakbola sebelum pertandingan sebenarnya bisa membantu semangat tim untuk menunjukan kerjasama yang baik. Namun Barker menggarisbawahi bahwa alkohol yang ditenggak baiknya saat pesepakbola sedang membela tim nasional, 

"Tim nasional sangat berbeda dengan klub. Mereka di tim nasional berasal dari klub berbeda dan alkohol bisa menyatukan semangat mereka," kata Barker. 

Namun ada juga beberapa klub di liga Inggris yang sepertinya mengikuti saran Barker. Chelsea saat dilatih Gianluca Vialli mempersilahkan para pemainnya untuk minum sebelum semifinal liga Champions melawan Arsenal pada 1998. Chelsea saat itu menang 3-1 atas Arsenal. Nottingham Forest saat dilatih Brian Clough juga menerapkan hal yang sama.  

Barker sepertinya lupa menyebut soal kuantitas alkohol yang diminum karena alkohol yang diminum para pesepakbola diatas melebihi batas sewajarnya. Akibatnya? mungkin George Best yang paling parah merasakan akibatnya dikemudian hari. 

5