Jersey Arema Dianggap Mirip Kostum Parma

Senin, 16 Februari 2015 10:55 WIB
Editor:
© Ardiyan/INDOSPORT
 Copyright: © Ardiyan/INDOSPORT

Launching tim dan jersey Arema Cronus, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang, Minggu (15/02/14), menimbulkan kontroversi, terutama dari kalangan Aremania.

Melalui media sosial, seperti twitter dan facebook, suporter fanatik tim Arema Cronus tersebut banyak mempertanyakan perubahan desain kostum kebesaran tim Singo Edan dan logo yang menempel di dada para penggawa Arema.

Jersey home Arema musim ini di dominasi warna biru dan kuning hampir mirip dengan jersey klub Seri A Italia Parma musim 2013-2014. Berbentuk kotak tepat di dada depan bagian kanan berwarna kuning, dan di bawahnya berwarna biru.

"Polemik warna ini sudah biasa, CEO dan atasan sudah menyampaikan. Setiap tahun jersey Arema pasti akan melakukan pergantian. Desain ini sudah kita ajukan sejak Agustus," kilah Media Officer Arema Cronus, Sudarmaji.

"Tidak apa-apa silahkan dibuka tidak sama. Parma lehernya putih. Baliknya di parma ful satu warna. Kuningnya juga beda," saat ditanya jersey tim Singo Edan hampir sama dengan AC Parma.

Sudarmaji menuturkan, desain jersey di musim ini adalah hasil desain manajemen Arema. "Pertimbangannya, dari sisi industri, kita ingin perilaku penjiplakan, non original sudah mulai diminimalisir. Kenapa desainnya kombinasi? Agar ini susah dijiplak. Karena Aema berkepentingan pemasukan," tuturnya.

"Font juga gitu, ada font tipis. Kami mengimbau kepada penjual jersey, hubungi kami untuk kerjasama. Jangan menjiplak. Jika ingin memberi kontribusi dengan Arema. Kami siapkan sistemnya, DP atau pembayaran," lanjutnya

Sementara itu soal logo Arema bergambar singa memang tidak berubah. Namun, perubahan mendasar terjadi pada tulisan yang tercantum di bawah gambar singa. Jika sebelumnya terdapat tulisan berupa tanggal lahir Arema, yakni "11 Agustus 1987", kini tulisan itu berubah.

Tanggal lahir Arema berganti dengan tulisan "Salam Satu Jiwa". "Itu murni kebijakan direksi. Kami orientasinya bagaimana filosofinya Arema ke depan terus mengembangkan misi persaudaraan. Dari kita kalimat resmi "Salam Satu Jiwa" bagian terpenting, tidak ada kepentingan politis," ucapnya.

Bahkan, Ia menegaskan, bahwa perubahan pada logo tidak ada hubungan dengan gugatan dan legalitas. "Tidak ada kaitannya dengan gugatan dan legalitas. Hikmahnya buat kita, jika dikritik akhirnya ada keingintahuan," tandasnya.

2