Laga ISL yang seharusnya digelar tanggal 20 Februari mendatang akan diundur hingga bulan Maret nanti. Atas hal ini, BOPI dianggap mempersulit PT Liga Indonesia untuk menggelar kompetisi ISL 2015.
Menanggapi tudingan ini, Ketua Umum BOPI, Noor Aman, memberikan bantahan. Dia menyatakan bahwa hal ini dilakukan demi kepentingan bersama.
"Sejak satu tahun yang lalu, kami sudah memberikan surat kepada PT Liga Indonesia untuk menyerahkan data-data dari tim ISL, namun hingga saat ini mereka belum menuntaskannya," ujar Noor Aman, saat ditemui di gedung Kemenpora, Rabu (18/02/15).
"Harusnya ada interaksi antara PT Liga Indonesia dan BOPI untuk memahami apa yang menjadi syarat dalam kompetisi. Kami selalu berusaha meyakinkan bahwa data yang kami minta itu penting, bukan hanya untuk kepentingan BOPI, tetapi untuk kepentingan mereka juga," tambahnya.
Noor Aman menyatakan bahwa dirinya akan memberikan bantuan jika pihak PT Liga Indonesia menemui kesulitan dalam hal pengumpulan data tersebut. Dirinya juga yakin masalah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu satu atau dua hari.
"Tentunya apa yang kami lakukan ini sesuai dengan aturan yg dibuat FIFA ataupun AFC. Dalam waktu singkat kami akan berkomunikasi dengan AFC di Malaysia. Kami siap bertanggung jawab jika FIFA menganggap hal yang kami lakukan ini salah," tutupnya.