Kemenpora Tanggapi Surat dari FIFA

Sabtu, 21 Februari 2015 04:40 WIB
Penulis: Riki Ilham Rafles | Editor: Ramadhan
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
 Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT

Setelah melihat surat jawaban dari FIFA, Kemenpora merasa ada yang janggal dalam pengaduan PSSI sebelumnya. Karena disinyalir otoritas tertinggi sepakbola Indonesia itu tidak memberi laporan secara terperinci.

“Sejauh yang kami amati, dalam surat pengaduan PSSI tidak disebutkan jika sudah sejak kapan BOPI menyurati PSSI pada kali pertama untuk mengingatkan perihal kelengkapan. Seharusnya, PSSI melaporkan apa yang terjadi secara lengkap,” ujar Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora, Gatot S Dewa Broto.

Lebih jauh, Gatot menjelaskan jika langkah yang diambil oleh Kemenpora dan BOPI sudah berdasarkan statuta FIFA. Ia menambahkan peningkatan syarat verifikasi juga memiliki semangat untuk memperbaiki kualitas ISL.

“Harus dilihat pasal 13 dan 17 statuta FIFA, disitu ada semangat mendorong federasi untuk patuh terhadap regulasi yang ada misalnya legalitas badan hukum hingga permasalahan pajak terdapat didalamnya,” tandasnya.

“Jadi, syarat-syarat yang diajukan BOPI bukan semata bikinan, tapi merupakan isi dari regulasi lisensi klub yang dikeluarkan oleh FIFA sendiri,” jelasnya.

Untuk memperjelas permasalahan ini, rencananya Tim Sembilan mewakili Menpora, Imam Nahrawi akan mengagendakan pertemuan dengan FIFA dan AFC. Dalam pertemuan itu, Tim Sembilan akan coba menjelaskan pokok permasalahan disertai dengan data dan fakta yang mereka miliki.

“Dalam waktu dekat kita akan berkomunikasi dengan FIFA dan AFC. Yang penting kami ingin menjelaskan pokok permasalahan yang selengkapnya dengan fakta yang ada,” tuntas Gatot.

2