Menurut pria berambut gimbal itu, kemenangan perdana tim Mutiara Hitam saat laga AFC Cup melawan tim asal Singapura, Warriors FC, pada pertengahan Februari lalu, adalah awal bagus untuk kompetisi musim 2015.
"Saya percaya awal kebangkitan Persipura, dimulai dari kemenangan atas klub Warriors Fc di Singapura, itu tidak gampang yah. Apa lagi memulai dengan pelatih baru, kan orang bisa bilang Persipura pelatih baru," katanya.
Untuk itu, Michael menambahkan, kemenangan di laga AFC Cup itu bisa terus berlanjut pada laga-laga berikutnya di markas Persipura Jayapura, Stadion Mandala, saat menjamu tim asal India, JSW Bengaluru FC.
"Dan juga bisa tetap menunjukkan tren positif di ISL dengan terus menuai kemenangan," katanya.
Disinggung mengenai prestasi tahun lalu yang hanya finis diurutan kedua pasca kepergian pelatih Jacksen F. Tiago, Michael mengaku sempat sedih.
"Berkaca pada pertandingan tahun lalu itu seperti anak-anak yang ditinggalkan sama orang tua, itu susah berat. Apa lagi saya tahu budaya dan adat orang-orang di Papua itu, kalau dia mau lakukan sesuatu dia lakukan pakai hati lebih dari sekedar profesionalisme," katanya.
"Jadi figur pemimpin mantan pelatih Jacksen F Tiago kepergiannya kemarin itu membuat sesuatu hal yang memang bisa dibilang sedih yah," lanjutnya.