Presiden FIFA Isyaratkan Sanksi Tegas Bagi Pelaku Rasialisme

Jumat, 6 Maret 2015 03:41 WIB
Editor:
 Copyright:

"Masalah terbesar yang kami hadapi belakangan ini adalah masalah rasialisme, diskriminasi. Ini tidak dapat diterima," tandas Blatter.

Blatter pun mengutarakan niat untuk memberikan sanki tegas bagi tim-tim yang terlibat dalam masalah tersebut.

“Tim-tim yang terlibat dalam insiden-insiden rasialisme semestinya mendapat hukuman yang lebih besar seperti pengurangan nilai di liga”, lanjutnya.
 

Bahkan Blatter pun menganjutkan untuk memberikan sanksi terburuk yakni mendegradasi tim jika terbukti terlibat dalam tindakan rasialisme.

"Kita harus mengurangi angka, mendegradasi tim. Saat kami berani melakukannya maka diskriminasi akan berakhir”, sambungnya.

Kasus terkini terkait rasialisme di Amerika Selatan melibatkan penyerang Panama Luis Tejada dari klub Peru Juan Aurich yang meninggalkan lapangan saat pertandingan masih berlangsung setelah mendapat pelecehan rasial oleh sejumlah penggemar Cienciano.

Terdapat sejumlah kasus pelecehan rasial terhadap para pemain di Eropa dan Amerika Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Namun Blatter mengatakan denda atau penutupan stadion belumlah cukup.

"Saya pikir bahwa suatu hari kelak (rasialisme) itu akan lenyap dari sepakbola, namun itu tidak cukup, kita memerlukan kondisi-kondisi baru," tutur Blatter.

 

5