Dilansir The Guardian, pada 2010 media asal Jerman, Kicker pernah mempublikasikan ide-ide revolusioner dari Louis Van Gaal. Ketika tulisan itu terbit, sebagian orang menyebut itu ide gila dari pelatih asal Belanda tersebut.
Van Gaal saat itu pernah mengatakan agar adu penalti di sepakbola dihapuskan dan diganti dengan pergantian pemain seperti permainan bola basket. Pergantian itu dilakukan pada saat perpanjangan waktu dimulai. Setiap tim kata Van Gaal harus menarik satu pemainnya keluar setiap lima menit sekali. Jika permainan masih imbang 120 menit, kemenangan ditentukan jumlah pemain yang berada di lapangan.
Tentu ide ini menjadi hal kontroversi di FIFA dan publik sepakbola. Beberapa pejabat FIFA kala itu menyebut sebagai ide gila. Van Gaal lalu membalasnya dengan mengatakan bahwa di FIFA diisi oleh orang-orang tua yang sudah tidak peduli lagi dengan permainan.
Lantas apakah itu yang disebut filosofi sepakbola Van Gaal?
Banyak pertanyaan yang muncul terkait hal itu disaat Man United kini ditangani Van Gaal. Filosofi permainan sepakbola Van Gaal dipertanyakan oleh banyak pihak utamanya saat Man United terseok-seok di musim ini meski saat ini masih berada di empat besar liga Inggris.
Masalahnya cara permaian Man United yang sekarang diusung Van Gaal sangat berbeda dengan cara Man United saat masih ditangani oleh Sir Alex, David Moyes atau pelatih sementara Ryan Giggs.
Namun Van Gaal di Belanda memang dikenal sebagai pelatih yang doyan dengan nilai-nilai filosofi dalam bermain sepakbola. Ia memperhatikan detail-detail di setiap pertandingan. Contohnya saat ia melatih Ajax Amsterdam, Van Gaal memerintahkan kiper Ajax kala itu, Edwin Van der Saar untuk berdiri di tengah-tengah setiap ada tendangan bebas.
Di Man United, Van Gaal pernah mengatakan bahwa dalam sepakbola modern memainkan dua bek tengah untuk benar-benar jadi playmaker sudah sulit dilakukan, karenanya ia gunakan formasi 3-5-2. Sedangkan untuk istilah playmaker dibelakang dua penyerang, di Man United, Van Gaal menyebut peran playmaker tidak boleh hanya dibatasi di belakang dua penyerang. Mungkin ini jadi alasan Van Gaal pernah menempatkan Rooney sebagai gelandang bertahan dan pemain sayap.
Dan ide gila terakhir Van Gaal ialah, kabarnya ia memiliki semacam filosofi untuk para pemainnya yang harus ditaati, yaitu TIPS yang memiliki singkatan, Teknik, Intelejensia, Kepribadian dan Kecepatan. Semua ini kata Van Gaal harus dimiliki para pesepakbola utamanya para pemain Man United.