Mantan juru taktik timnas futsal Indonesia ini mengakui cukup mengikuti perkembangan sepakbola di Indonesia. Menurutnya, Indonesia harus bisa banyak menanamkan bibit muda atau pembinaan yang lebih lanjut, jika ingin tingkatkan kualitas pesepakbolaan tanah air.
Justinus Lhaksana tidak segan-segan menyebutkan bahwa kondisi sepakbola Indonesia saat ini cukup parah. Alasannya karena minimnya pembinaan yang dilakukan serta tidak adanya kompetisi untuk bibit-bibit muda.
"Kalau bicara sepakbola itu luas sekali, apakah kita bicara pembinaan atau prestasi. Nah kalau bicara sepakbola indonesia, menurut saya itu parah dan saya rasa bukan hanya saya seorang saja yang menyebutkan hal ini," jelas Justinus Lhaksana.
"Kenapa parahnya? Pertama kita lihat saja dari ranking dunia, setelah itu kita lihat dari segi pembinaan. Apakah ada timnas U-7 atau U-9? Jika ada, apakah ada kompetisi untuk mereka? kompetisi untuk U-21 saja baru terbentuk. Inilah salah satu mengapa Indonesia minim pembinaan," lanjutnya.
Pernyataan Justin bukan tanpa maksud, dirinya hanya berharap sepakbola Indonesia benar-benar dapat meningkatkan kualitas mereka, dimulai dari pembinaan pemain. Ia juga menambahkan jika pembinaan pemain muda tidak ada, maka untuk mendapatkan prestasi tentu tidak bisa banyak berharap.
"Dari segi pembinaan, kita benar-benar tekor. Nah, kalau pembinaan saja kita tidak ada, terus apa yang mau kita harapkan? Siapa yang salah, itu biar orang lain yang menilai sendiri," tutupnya.