Menurut dia, opsi menempatkan Ismed sebagai gelandang muncul setelah melihat permainannya saat melawan Arema Cronus di Stadion Kanjuruhan, Malang pekan lalu.
"Waktu lawan Arema, Ismed kita paksakan jadi gelandang. Dan ternyata dia bermain bagus sekali. Kalau waktu itu tidak ada Ismed pasti akan repot sekali kita," ujar Satia saat ditemui wartawan termasuk INDOSPORT di Pusat Pelatihan Timnas Muda, Sawangan, Depok.
Eks asisten pelatih Persebaya Surabaya itu melihat ketenangan Ismed dalam memegang bola dan mengatur tempo permainan sangat signifikan bagi tim.
Untuk itu, kemungkinan dalam beberapa kesempatan latihan ke depan, pemain berdarah Aceh tersebut akan lebih sering dimainkan sebagai gelandang agar lebih terbiasa.
"Kemungkinan nanti Ismed akan lebih sering di gelandang. Kita kan punya Abduh untuk di kiri, dan nanti Indra dipindahkan ke kanan. Dia juga lebih bagus main di kanan," lanjut Satia.
Sedangkan terkait pembatalan uji coba melawan Persikad Purwakarta, Sati mengatakan tim pelatih tidak ingin memaksakan uji coba dengan skuad yang tidak lengkap. Apalagi kondisi psikologis pemain masih belum pulih pascakalah telak dari Arema.
"Pada hari itu cuma ada 10 pemain yang siap dan sudah termasuk kiper. Besoknya kita main lawan Divisi Utama setelah kalah dari Arema. Terus nanti kalah sama mereka, kan bahaya itu," tutur dia.
527
Ismed Sofyan Bersiap Jadi Gelandang
© Ratno Prasetyo/ INDOSPORT
Ismed Sofyan pada saat berlatih bersama Persija di Sawangan, Depok.