Menurut Sekretaris Jenderal PSSI, Joko Driyono langkah itu dilakukan untuk mendorong populasi pelatih berlisensi di Indonesia. Karena jika dibandingkan dengan negara-negara maju, populasi pelatih di tanah air masih tergolong minim.
"Populasi pelatih-pelatih kita kalau dibanding dengan negara-negara Eropa yang memiliki pelatih dengan lisensi A misalnya tentu saja kalah dari segi kuantitas," ujar Joko saat ditemui wartawan termasuk INDOSPORT di Pusat Pelatihan Timnas Muda, Sawangan, Depok.
"Tapi yang paling penting kita harus terus melakukan pelatihan agar populasinya segera tumbuh," lanjut pria yang juga menjabat sebagai CEO PT Liga Indonesia itu.
Lebih jauh Joko memaparkan program PSSI selama 2015 ini antara lain akan menggelar 7 kursus untuk lisensi C, 2 kursus untuk lisensi B, dan 1 kursus untuk lisensi A.
Selain itu, untuk meningkatkan program pembinaan usia muda, PSSI bekerjasama dengan FIFA untuk mengadakan program FIFA Youth Elite Courses yang diperuntukkan kepada pelatih-pelatih sekolah sepakbola.
Berbagai macam program kepelatihan yang digelar oleh PSSI itu tidak terlepas dari koneksi yang terjalin dengan baik dengan pihak-pihak luar. Itulah mengapa, Joko melihat ke depannya celah ini bisa dimanfaatkan untuk mempercapat penambahan populasi pelatih.
"Kita memiliki talent goal dan network. Dan dari situ kita bisa mulai bergerak untuk lebih maju," tukas pria asal Ngawi tersebut.