Mental yang runtuh di menit-menit awal babak pertama akibat torehan gol Carlos Tevez pada menit ke tiga dipercaya menjadi salah satu penyebab mengapa Dortmund dengan 'mudah' dikalahkan Juventus di kandang sendiri, Signal Iduna Park.
Selain itu gelandang Dortmund, Marco Reus dan Mkhitaryan tidak berkutik untuk membangun serangan serta menahan serangan dari Juventus. Pergerakan impresif Reus sepertinya kalah dengan gelandang pekerja kerja Juventus, Arturo Vidal yang di plot sebagai gelandang bertahan.
Hal ini terbukti dengan pernyataan gelandang Dortmund, Kevil Kampl usai pertandingan seperti dilansir Sky Sports. Menurut Kampl, gelandang Dortmund sebenarnya tidak bermain terlalu buruk namum selalu temui kebuntuan di 20 meter depan gawang Juventus.
Selain faktor kesalahan para pemain Dortmund, skuad Juventus juga bermain dengan sangat cermat, pintar serta effesien.
Pelatih Juventus Max Allegri usai pertandingan seperti dilansir forzaitalianfootball, Allegri menyebut anak asuhnya bermain dengan sangat terorganisir.
Skuad Juventus kata Allegri memadukan dengan cermat aspek teknik dan taktis. Ini terbukti dari presentase akhir pertandingan. Juventus mampu melesatkan 6 tendangan tepat sasaran dari 9 kali percobaan tendangan ke arah gawang.
Singkatnya, kemenangan Juventus atas Dortmund dipengaruhi tiga hal:
- Gol cepat Tevez di menit ke 3
- Matinya permainan gelandang Dortmund
- Permainan terorganisir para skuad Juventus.