Padahal sebelumnya, pelatih Aji Santoso sampai memberi tugas khusus kepada asisten pelatin, M Zein Alhadad untuk memantau langsung beberapa turnamen pramusim beberapa waktu lalu seperti SCM Cup dan Trofeo Persija.
Kini, Aji hanya tinggal menunggu dan melihat siapa diantara keempat pemain tersebut yang memiliki kondisi terbaik dan siap dijadikan juru gedor andalan.
"Posisi striker kita punya 4 pemain. Siapa yang paling fit di H-1 nanti itu yang kita berikan kesempatan bermain," ungkap eks penggawa timnas era 90-an itu.
Aji pun mengaku dengan berlimpahnya stok striker dalam skuad asuhannya, justru bisa memberi dia kesempatan dalam meramu skema alternatif lainnya.
Selama ini Timnas U-22 selalu memakai skema permainan 4-2-3-1, dengan adanya empat striker tidak tertutup kemungkinan Aji akan mengubah formasi dengan menempatkan dua ujung tombak.
"Semua ada kemungkinan. Salah satunya ada antisipasi kita memakai 2 striker walaupun mungkin posisi tidak 4-4-2, tapi 4-4-1-1," beber dia.
"Saya tinggal melihat lawan saja untuk menerapkan strategi yang pas apa. Karena seharusnya kan kita harus tahu kekuatan lawan, lalu kekuatan kita, dan baru bisa menentukan mau pakai strategi apa," jelas pelatih berusia 44 tahun itu.