Hal ini diungkap pemain yang akrab disapa Spaso tersebut melalui akun Twitter-nya, @Spaso_87, dengan mengatakan, "Saya harap performa saya di @Persib dapat membuat impian saya mengenakan kostum #Timnas #Indonesia menjadi nyata..." tulis dia, Selasa (24/03/15).
Lima tahun berkompetisi di Indonesia agaknya menimbulkan ikatan antara striker kelahiran 11 September 1987 ini tanah air. Itulah yang membuat hasratnya mengikuti jejak pemain asing lain seperti Cristian Gonzales, Greg Nwokolo, Victor Igbonefo, dan Bio Paulin semakin kuat.
Apalagi, Spaso kabarnya memiliki istri wanita Indonesia asal Makassar. Saat anak pertamanya lahir pada 28 November 2014 lalu, dia juga memilih kewarganegaraan Indonesia untuk sang buah hati yang bernama Dragan Spasojevic itu. Spaso sempat mengunggah foto paspor sang anak di akun Twitter-nya beberapa waktu lalu.
Kecintaan Spaso terhadap istri dan anak terlihat dari putusannya dalam berkarier. Spaso pernah menolak sejumlah tawaran menggiurkan dari klub Malaysia dan memilih bermain di kompetisi lokal agar bisa selalu dekat dengan anak dan istrinya.

Jika akhirnya menjadi WNI, peluang Spaso membela timnas cukup terbuka. Sebab dia belum pernah bermain untuk timnas senior negara asalnya, Montenegro, walau sempat membela timnas U-21 negara tersebut. Spaso juga sempat memperkuat timnas U-17 dan U-19 Yugoslavia pada awal 2000-an.
Spaso dikenal sebagai striker yang produktif selama bermain di Indonesia. Selama memperkuat Bali Devata, PSM Makassar, Mitra Kukar, dan Persisam Putra Samarinda, dulangan golnya dalam semusim tidak pernah di bawah 10 gol. Inilah yang membuat dirinya diminati oleh tim-tim besar ISL. Ketika dia gagal memperkuat Pelita Bandung Raya, Spaso pun langsung digaet Persib.
"Target utama saya adalah membawa Persib juara lagi dan berprestasi di Asia. Terima kasih kepada bobotoh untuk sambutan yang luar biasa! Kehormatan besar bisa berbaju Persib. Saya tidak sabar main di depan bobotoh dan menunjukkan performa maksimal untuk masyarakat Bandung," lanjut pemain bertinggi 187 cm ini.