Menurut ketua tim verifikasi BOPI, Iman Suroso, tim yang akan berlaga di ISL nanti harus dari lima persyaratan atau ketentuan yang dikeluarkan BOPI. Yang salah satunya adalah berkaitan dengan masalah Keuangan, di mana banyak klub terkendala dengan masalah ini.
"Lima hal sangat sederhana (verifikasi), bukan mengada-ada. Itu sesuai dengan FIFA, AFC, dan Undang-undang. Kelima hal itu adalah, legalitas, keuangan, atlet beserta pembina, pembinaan atlet muda, dan kegiatan sosial," jelas Iman di Kemenpora.
Faktor legalitas melingkupi, setiap klub harus punya akte kapan mereka terbentuk. Harus memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan), NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak), serta susunan pemegang saham.
Sedangkan faktor Keuangan melingkupi, laporan keuangan tahun terakhir, laporan pembayaran pajak, kontrak fasilitas kompetisi, garansi bank atau asuransi untuk para pemain.
Untuk faktor kontrak melingkupi, kontrak atlet/pemain lokal, kontrak pembina/pelatih lokal, kontrak pembina/pelatih atau pemain asing, dan kontrak tenaga kerja asing lainnya.
Tiga faktor diatas adalah, faktor kebanyakan para klub masih belum mampu untuk memenuhinya, BOPI hingga saat ini hanya mengizinkan 11 klub yang dapat berlaga di ISL 2015.
"Ini bukan tiba-tiba, sudah diawali dari Januari. Kita juga sudah melakukan jemput bola, tanggal 16 Maret saya datang ke PT Liga Indonesia untuk minta data," tambah Iman.
Berikut hasil verifikasi BOPI hingga saat ini:
Kategori A
Persija Jakarta, Persib Bandung, Persipura Jayapura, Semen Padang, dan Sriwijaya FC
Kategori B
PSM Makassar, Persiram Raja Ampat, Borneo FC, Persiba Balikpapan, Bali United, dan Barito putra
Kategori C
Persebaya Surabaya
Kategori D
Arema Cronus, Pelita Bandung Raya, Persela Lamongan, Gresik United, Perserui Serui, dan Mitra Kukar
Klub yang masuk dalam kategori C dan D tidak dapat mengikuti ISL 2015 pada 4 April 2015.