Namun hasil itu belum juga membuat puas tim Pra PON Jatim, "Dari empat klub ISL asal Jatim, kami belum melawan Arema Cronus. Nah, kami sudah merencanakan ada uji coba dengan Arema. Tapi belum ada kepastian kapan dan dimana," ungkap Wakil Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jatim dr Wardi Azhari kepada INDOSPORT.
Menurutnya, tim Pra PON Jatim juga sempat dijadwalkan melawan klub Divisi Utama Perssu Sumenep. Namun, agenda tersebut harus dibatalkan karena progres positif yang ditunjukkan tim asuhan Hanafing di dua uji coba terakhir melawan kontestan ISL.
"Sebelumnya banyak tawaran latih tanding untuk tim Pra PON Jatim. Tapi, kebanyakan klub Divisi Utama. Selain Perssu ada PSBK Kota Blitar, Persenga Nganjuk dan dari luar Jatim. Hanya saja, dengan pertimbangan untuk meningkatkan passing anak-anak, diputuskan melawan klub ISL dulu," jelas Wardok, sapaan Wardi.
Dari keterangan pelatih tim Pra PON Jatim, Hanafing, anak asuhnya selama ini membukukan catatan lebih dari 600 passing per pertandingan. Bahkan, masih menurut Hanafing, saat meladeni Persegres, timnya mencatat angka hampir 700 umpan.
"Angka itu sejajar dengan permainan klub-klub ISL. Saya inginnya anak-anak bisa mencapai angka itu demi target di PON," tegas mantan pelatih PSIM Yogyakarta ini.