"Mengenai rumor yang beredar bahwa BOPI ditekan, Itu tidak benar. Kalau pun ada, kami merasa tidak ada yang menekan. Niat kami di sini ingin membangun industri olahraga yang bermartabat," ujar Heru di kantor Kementerian Olahraga dan Pemuda (Kemenpora), Senayan, Jakarta.
Masalah itu mencuat saat BOPI, PSSI, dan PT Liga Indonesia melakukan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) dengan Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Kamis (26/03/15).
Saat itu, salah satu anggota Komisi X DPR RI dari fraksi Golongan Karya, Kahar Muzakir, sempat berbicara secara tegas bahwa lebih baik BOPI dibubarkan. Karena menurutnya, BOPI sudah terlalu jauh masuk dalam ranah sepakbola Indonesia.
Kahar yang saat itu ikut hadir dalam RDPU, bahkan juga mengatakan akan membantu PSSI dan PT Liga Indonesia jika mereka menemukan kesulitan saat berhadapan dengan BOPI.
"Nanti kalau bapak-bapak (PSSI dan PT Liga) ada kesulitan, saya siap mengurus. Bukan hanya mengurus, tapi saya juga akan selesaikan," tutur Kahar.