Indonesia masih bermain menekan di babak kedua, namun sepertiny Aji Santoso mengubah cara bermain anak asuhnya dengan mengandalkan bola-bola panjang.
Ilham Udin sempat membuat peluang pada menit ke-59 ketika berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang. Sayang tendangannya masih mampu dimentahkan oleh Ahsanuddin.
Melihat kebuntuan yang dialami anak asuhnya, Aji menerapkan skema berbeda, yakni 4-4-2. Eks pelatih Persebaya 1927 itu memasukkan Muchlis Hadi dan Wawan Febrianto untuk menggantikan Hendra Bayauw dan Ilham Udin.
Akhirnya Garuda Muda berhasil unggul pada menit ke-71 melalui Ahmad Nufiandani. Pemain asal Arema Cronus itu sukses memanfaatkan kemelut di depan gawang usai Wawan mengirim umpan dari sepak pojok.
Berhasil memecah kebuntuan, pemain Indonesia semakin bersemangat menekan pertahanan lawan. Dua menit setelah gol pertama, Wawan hampir saja menambah keunggulan, sayang tendangannya dari luar kotak penalti masih mengenai mistar gawang.
Di penghujung pertandingan, Muchlis Hadi menambah keunggulan Indonesia. Menerima umpan matang dari Antoni Putro, Muchlis yang berdiri bebas dengan mudah menceploskan bola ke dalam gawang melalui sundulan kepala.
Meski menang, anak asuh Aji Santoso masih menjadi sorotan. Hal itu dikarenakan mereka mampu mendominasi sepanjang laga, namun hanya bisa mencetak dua gol saja.
Susunan pemain
Indonesia (4-3-3): M. Natshir; Putu Gede, Manahati Lestusen, Hansamu Yama, Andik Rendika; Paulo Oktavianus, Adam Alis, Ahmad Nufiandani; Hendra Bayauw (Muchlis Hadi 61'), Antoni Putro (Safri 90'), Ilham Udin (Wawan Febrianto 65')
Brunei Darusallam (4-4-1-1): Ahsanuddin; Mohd Nur Azees, Suhaimi Anak Salau, Khairil Shahme, Asnawi Syazni; Muhamad Faiz (Muhammad Nadzri 72'), Abdul Khair, Abang Hazim (At Tawwab 60'), Mohammad Aimmil; Yura Indera (Nur Ikhmal 24'); Nur Syazwan