Tatap ISL, Arema Tak Peduli BOPI

Senin, 30 Maret 2015 12:23 WIB
Editor: Joko Sedayu
© Ardiyansyah/INDOSPORT
 Copyright: © Ardiyansyah/INDOSPORT

Kabar terakhir, BOPI tetap akan menagih kekurangan peserta ISL sebelum tanggal 31 Maret, tanpa memperdulikan pakta integritas yang telah di tandatangani Arema. Namun, manajmen tetap berpedoman pada hasil rapat bersama komisi X DPR RI bersama PT Liga Indonesia (PT LI) dan BOPI.

Sehingga, Manajemen Arema Cronus tetap mempersiapkan diri untuk menjamu Persija Jakarta pada laga perdana tim besutan Suharno-Joko Susilo di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang pada 4 April mendatang.

"Persija menyatakan siap bermain di Malang pada kompetisi 4 April mendatang, kami pun menyambutnya dengan persiapan, termasuk perizinan keramaian yang sudah diurus ke pihak Kepolisian daerah," tutur General Manajer Arema Rudy Widodo.

Sebenarnya, Arema sejak awal mempertanyakan standar verifikasi yang dilakukan oleh BOPI. Pasalnya, apa yang diserahkan oleh Arema ke BOPI melalui PT LI sama dengan apa yang sudah diserahkan ke AFC. Sehingga, Arema akan tetap patuh PT LI dan AFC untuk menentukan langkah tim selanjutnya.

"Sebenarnya aspek verifikasi itu semuanya sudah ada di PT LI. Saya sendiri merasa heran karena AFC sebagai regulator di Asia sudah datang langsung ke Arema dan melakukan proses verifikasi, namun kok hasilnya berbeda dengan BOPI," ujarnya.

Lebih lanjut, Ruddy mengangkapkan, keputusan BOPI membuat pihaknya berkesimpulan bahwa Arema merupakan target operasi atas kisruh sepakbola saat ini. "Mungkin ada beberapa klub lain yang ikut dianggap tak bisa ikut ISL. Tapi target Operasi sebenarnya adalah Arema. Kisruh ini dibuat agar Arema tidak bisa berkompetisi di ISL. Itu sudah mulai terlihat belakangan ini," sebutnya.

Ruddy pun meminta supaya PT LI bisa lebih tegas dalam menjalankan kompetisi tanpa campur tangan dari pihak luar. "Semua pihak akan dirugikan kalau Arema tak ikut kompetisi ini. PT LI kami minta ketegasannya untuk bisa menjalankan regulasi tanpa dicampur tangan pihak manapun," pungkas Ruddy.

76