Celta Vigo 0-1 Barcelona

(Analisis) 3 Poin Krusial Barcelona atas Celta Vigo

Senin, 6 April 2015 05:25 WIB
Editor: Ramadhan
 Copyright:

Di awal babak pertama, praktis Barcelona dikejutkan dengan permainan agresif Celta Vigo yang menerapkan pressing tinggi sehingga menyulitkan Lionel Messi dan kawan-kawan untuk mengembangkan permainan.

Luis Enrique kembali berjudi saat menurunkan Rafinha Alcantara (dalam 2 kali pertemuan kontra Celta musim ini) mendampingi Andres Iniesta dan Sergio Busquets di lini tengah Blaugrana. Perjudian Enrique itu sama sekali tak membuahkan hasil. Rafinha bermain buruk (bahkan dalam 2 kali sebagai starter kontra Celta) dan sama-sekali tak membantu lini tengah El Barca untuk mengalirkan bola sebagaimana yang telah menjadi ciri khas Blaugrana.

Renggangnya atau jauhnya jarak antar pemain di barisan tengah Barcelona, dalam hal ini Iniesta-Busquets-Rafinha, membuat Celta Vigo nyaman memainkan skema terbuka yang dikombinasikan dengan pressing.

Bukan Barcelona rasanya jika tka menguasai lini tengah dengan baik. Sementara itu, penampilan buruk Neymar turut menambah beban permainan Barcelona. Neymar sama sekali tak memberikan kontribusinya. Ia terlihat lemah dan sangat mudah dimatikan lawan.

Rasanya Enrique perlu mengevaluasi kembali betapa beratnya menjalani laga tandang jika tanpa lini tengah yang kuat dan dominan.

Membangku cadangkan Xavi Hernandez dan Ivan Rakitic saat melawat ke markas Celta berarti tak ada yang mengontrol lini tengah dan artinya itu akan membiarkan lawan yang punya inisiatif menyerang tinggi untuk membuat tidak nyaman lini tengah Blaugrana.

Iniesta? Ia memang pemain bagus dan ajaib. Iniesta lebih punya naluri dribbling sementara Xavi pengontrol lini tengah. Tapi, memainkan Iniesta yang masih tampil di bawah top form terasa sangat sulit.

Permainan Barcelona seketika berubah total setelah Xavi masuk menggantikan Rafinha di menit ke-58. Semua kontrol lini tengah dan pergerakannya, benar-benar meringankan beban pemain lainnya. Tempo dengan umpan-umpan pendek kembali ia terapkan dengan nyaman.

Barcelona yang di babak pertama terus berada di bawah tekanan sangat sulit mengembangkan permainan. Sekali lagi, Xavi adalah salah satu kunci kemenangan Barcelona atas Celta hari ini.

Selain itu, momen kunci lainnya adalah saat Gerard Pique mampu melakukan intercept krusial saat pemain Celta mendapatkan umpan through pass di dalam kotak penalti yang 90% bisa terjadi gol jika Pique tak mengambil keputusan tepat.

Tak lama setelah penyelamatan Pique, Mathieu hadir sebagai pembeda. Setelah ia mencetak 1 gol krusial pada laga El Clasico, juga lewat sundulan dari situasi set piece, kini Mathieu kembali menjadi pahlawan bagi Barcelona. Ia mampu menerjemahkan bola sepakan Xavi dalam situasi set piece menjadi sebuah gol maha penting.

Berdasarkan statistik, whoscored justru menetapkan Gerard Pique sebagai ‘Man of The Match’ pada laga menghadapi Celta Vigo hari ini. Dengan rincian, Rating (8.42), Tackles (5), Clearances (6), Interceptions (2), Passes (75).

Sederhananya, ada beberapa poin penting yang patut menjadi koreksi Blaugrana jika masih ingin bersaing merebut gelar La Liga musim ini.

  1. Babak pertama, Barcelona bermain buruk karena berada di bawah pressing Celta Vigo.
  2. Lini tengah Barcelona tak berkembang. Rafinha sulit menyatu dengan Iniesta dan Busquets.
  3. Mencadangkan Xavi Hernandez dan Ivan Rakitic adalah perjudian Luis Enrique.
  4. Penampilan krusial Gerard Pique saat menghalau bola dari pemain Celta di mulut gawang Barcelona. Andai saja Pique gagal melakukan intercept, resikonya adalah ganjaran penalti.
  5. Jeremy Mathieu membuat perbedaan di situasi set piece Barcelona yang dalam beberapa musim terakhir jusru mati.
1