Dalam waktu 10 hari Arema Cronus yakin mampu menyelesaikan masalah legalitas. "Kita hadapi kesulitan karena legalitas. Saya berharap 10 hari kedepan sudah selesai. Dua hari duduk bareng, kita konsep bersama. Pak Daryoto harus turun, Nirwan pesan, libatkan semua," himbau mantan Ketua Badan Liga Indonesia (BLI), Andi Darussalam Tabusala (ADT), saat jumpa pers di Rumah Makan Inggil, Kota Malang.
Untuk membenahi legalitas tim, semua pihak harus melepaskan ego masing-masing, agar menemukan solusi yang baik. "Kalau kita tidak kembali pada dasar awal, kita tidak akan mungkin dapatkan solusi dari legalitas, itu dulu, sebab terjadi pasang surut," sambungnya.
"Kita cari solusi saya minta pak Daryoto agar turun tangan, jadi pak Daryoto, dalam seminggu ini kita akan kerjasama dalam seminggu ini kita akan kembalikan solidaritas PT Arema Indonesia. Pertama kita minta dewan pembina turun tangan, memanggil semuanya, pak Nur mengundurkan diri, Gunadi Handoko mengundurkan diri, yang ada Bambang Winarno Komisaris Independent beliau kita minta turun tangan," kata pria yang akrab disapa ADT itu.
Lebih lanjut, tidak keluarnya rekomendasi BOPI yang merupakan kepanjangan tangan dari Menpora memberikan hikmah positif. Dengan begitu, semua pihak yang ada di Arema berusaha untuk segera menyelesaikan masalah yang selama ini terpendam. "Kita harus terimakasih sama BOPI, sama Menpora. BOPi dan menpora sudah berikan suasana yang baru," tuturnya.
ADT pun meminta BOPI untuk tidak mengambil tindakan. BOPI diharapkan memberikan kesempatan Arema Cronus untuk membenahi masalah legalitas.Senada, CEO Arema, Iwan Budianto, menegaskan, waktu 10 hari menjadi batas maksimal untuk menuntaskan persoalan ini. "10 hari yang disampaikan pak Andi itu maksimal, kalau bisa 1 hari," ucapnya.
Pria yang akrab disapa IB ini menyatakan langkah yang dilakukan Arema adalah dilakukan adalah mencermati teguran keras Menpora atau BOPI untuk menyelesaikan masalah legalitas.