QNB League

Perubahan Strategi, Kunci Persib Jungkalkan PBR

Selasa, 7 April 2015 19:14 WIB
Kontributor: Ginanjar | Editor:
© Ginanjar/INDOSPORT
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman. Copyright: © Ginanjar/INDOSPORT
Pelatih Persib Bandung, Djajang Nurjaman.

Bukan tanpa alasan, kata Djajang, selain memperpanjang rekor belum pernah kalah dan belum pernah kebobolan, kemenangan tersebut tentu saja memperbaiki rekor buruk Persib kala menghadapi rival se-kotanya itu.

Awalnya, pelatih yang akrab disapa Djanur ini mengaku kesulitan dalam membongkar pertahanan PBR. Namun selepas turun minum babak pertama, dirinya mencoba merubah strategi dengan menerapkan strategi andalannya seperti mengandalkan pemain sayap yang memiliki kecepatan. Terbukti gol cepat terjadi saat pertandingan babak kedua baru berjalan dua menit.

"Babak pertama permainan kita agak kendor dan ancaman pun sangat kurang. Tapi saat memasuki babak kedua, kita mencoba merubah permainan, akhirnya kita bisa ciptakan gol cepat," ujar Djanur saat ditemui seusai pertandingan.

Djanur tak memungkiri, gol pertama yang dilesatkan Atep di menit 47 membuat kepercayaan diri para pemainnya semakin meningkat, sehingga dua gol tambahan bisa diciptakan.

"Saya setuju dengan gol pertama, membuat para pemain semakin termotivasi untuk kembali mencetak gol. Dan gol pertama membuat keyakinan pemain bertambah. Padahal saya sempat was-was karena mereka punya Wawan (Febriyanto) dan Rahmad (Hidayat) yang memiliki dribling bagus dan berbahaya. Tapi setelah kita tekan terus menerus, mereka jadi tidak berbahaya," ungkapnya.

Namun Djanur tidak setuju jika gol pertama yang itu berbau kecurangan. Sebab bola yang digiring M Ridwan sebelum memberikan ke Atep masih didalam area lapangan.

"Kenapa mempersoalkan gol? Ada hakim garis dan wasit. OK kalau Dejan (pelatih PBR) melihat itu sudah keluar, tapi Dejan melihat dari jauh. Tapi sudahlah kita juga berhasil menyarangkan dua gol tambahan," geramnya.

Terkait mengenai kondisi I Made Wirawan yang sempat digotong keluar lapangan usai berbenturan dengan Nova Arianto di penghujung babak kedua, Djanur mengaku tidak mengetahuinya.

"Sekarang kita pantau. Sekarang Made lagi dilarikan ke Rumah Sakit. Saya kurang tahu, benturannya dimana kena apa. Yang jelas dia merasakan mual dan pusing," pungkasnya.

1