Liga Champions

Interview Pique Jelang Laga Perempatfinal Liga Champions

Senin, 13 April 2015 22:31 WIB
Editor: Dimas Hendro Nugroho
 Copyright:

UEFA.com: Adakah kenangan tersisa yang anda ingat saat anda kecil dahulu tentang kompetisi Liga Champions?

Pique: Saya samar-samar ingat bahwa saat berusia 5 tahun saya menginap dirumah kakek saya dan menonton laga final Liga Champions di televisi antara Barcelona kontra Sampdoria yang berlangsung di (Stadion) Wembley (Inggris). Juga gol (kemenangan yang dicetak) (Ronald) Koeman di extra time. Itu adalah salah satu kunci sejarah klub.

UEFA.com: Setelah lawan makin lama makin bisa beradaptasi dalam bertahan menghadapi permainan umpan (pendek), apakah Barcelona telah melakukan evolusi gaya bermain agar lebih bervariasi, beralih ke (umpan) direct, kini?

Pique: Saya rasa style-nya masih sama saja. Yaitu sejak Johan Cruyff dating ke Camp Nou (1988): kami harus menguasai bola, mendikte penguasaan bola, mengontrol permainan dan menciptakan banyak peluang. Rasanya saya tak pernah melihat laga dimana Barca tidak mengendalikan jalannya laga dan tidak banyak menguasai bola, karena kami selalu menjaga gaya permainan kami.

UEFA.com: Banyak sekali tanda-tanda menjanjikan akan kekompakan antara (Lionel) Messi, Neymar (Jr.) dan (Luis) Suarez. Apa potensi yang dimiliki partner lini serang ini?

Pique: Saya sebelumnya tak pernah melihat koneksi seperti yang ditunjukkan oleh Luis (Suarez), Ney (Neymar Jr.) dan Leo (Messi). Kita berbicara tentang tiga permain terbaik disini. Menjadi seorang pesepakbola selalu seiring dengan munculnya ego, namun mereka bertiga punya koneksi special. Mereka mengatasinya dengan baik. Tidak ada tanda-tanda iri / sirik antara satu sama lainnya dan itu terlihat saat di lapangan.

UEFA.com: Luis Enrique adalah pelatih keempat Barcelona di empat musim terakhir. Apa ide baru yang ia bawa? Apa bedanya gaya dan taktik Enrique dengan Josep Guardiola, Tito Vilanova atau Gerardo Martino?

Pique: Setiap pelatih tentunya berbeda. Tito (Vilanova), Tata (Martino), Pep (Guardiola) dan sekarang Luis (Enrique) mencoba memberi warna sentuhan khas mereka pada permainan tim, namun tetap mempertahankan style (ala Johan Cruyff) yang telah dibahas tadi. Style Barca tak bisa dinego (ditawar). (Saat ini) Luis (Enrique) menghendaki kami untuk melakukan pressing ketat dan melakukan serangan balik cepat, memanfaatkan kecepatan trio striker kami (Messi, Neymar Jr. dan Suarez) di lini depan.

5