Bomber muda Palermo asal Argentina, Paulo Dybala, mengungkapkan bahwa pelatih Timnas Italia, Antonio Conte, pernah menghampirinya untuk menawari kesempatan membela timnas asuhannya.
Pemuda berusia 21 tahun ini secara keadministrasian berhak membela Timnas Italia ataupun juga Timnas Polandia karena faktor garis keturunannya, walaupun ia lahir dan besar di Argentina.
"Ada peluang dan kesempatan untuk bermain buat (Timnas) Italia," beber Dybala di sebuah interview dengan Canal Plus.
"Conte (sendiri) yang menawari saya, tapi saya sebelumnya sudah beberapa kali mengatakan bahwa saya merasa sebagai seorang Argentina," ujar Dybala.
Dybala hingga kini belum pernah sekalipun merasakan laga level international, ia tak begitu bersinar saat remaja, sehingga tidak ada timnas U-15 hingga U-21 manapun yang tertarik untuk memanggilnya, namun kini ceritanya berbeda setelah Dybala sanggup tampil cemerlang bersama Palermo.
Dybala akan hengkang dari Palermo diakhir musim ini, dan pesepakbola ini mendiskusikan masa depannya, mengindikasikan bahwa ia lebih ingin memperkuat Barcelona daripada Real Madrid.
“Jika sang presiden (Maurizio Zamparini) bilang saya harus pergi, maka saya ingin menikmati beberapa laga terakhir sebagai pemain Palermo, saya ingin melakukan yang terbaik".
"Saya datang langsung ke Camp Nou untuk menyaksikan laga El Clasico terakhir, Barcelona adalah kota yang sangat saya sukai, dan klubnya menampilkan permainan sepakbola ynag sangat baik."
“Real Madrid? Karena banyaknya pemain juara yang mereka miliki di skuad, sangatlah enak melihat mereka berlaga. Mereka adalah klub terbaik di dunia, dari segi jumlah pemain fenomenal yang bisa mereka rekrut selama ini."
"Saat saya masih anak-anak, saya juga sudah lebih menyukai Barcelona, karena mereka punya lebih banyak pemain asal Argentina. Kalau sekarang, tentu saja (Dybala lebih menyukai Barcelona) karena ada seorang (Lionel) Messi yang merupakan seorang idola di Argentina.