"Saya menyesalkan terjadinya pembekuan semacam itu. Tidak ada yang dilanggar kok, apa yang dilanggar? Verifikasi dua klub (Arema dan Persebaya) itu. Cuma hanya karena dua klub, terus PSSI dibekukan," terang Andi kepada wartawan di Hotel Sultan, Jakarta.
Menurut Andi, kedua klub yang bersengketa ini juga tengah menempuh jalur hukum mengenai perselisihan didalam tubuh mereka, dan membiarkan permasalahan mereka selesai di pengadilan, sedangkan kompetisi tetap berjalan sebagaimana mestinya.
"Kan jelas semuanya, dua klub ini juga mengarah pergi ke pengadilan, biarkan mereka selesaikan di dalam pengadilan, kompetisinya berjalan. Siapa yang menang ambil alih, selesaikan, wong gampang kok ini urusannya. Tidak ada yang susah ini, kita sendiri yang bikin susah," celetuk Andi.
Selain itu Andi juga menilai kalau Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI), mempergunakan orang-orang yang netral, permasalahan ini tidak akan berlarut-larut. Andi melihat, dalam masalah ini ada sebuah kepentingan.
"Walaupun ketua BOPI mengatakan tidak ada kepentingan, fakta ini terlihat. Solusinyakan kuncinya di Menpora, punya kebesaran hati tidak. Inikan masalah kebesaran hati, punya kearifan tidak. Ketua umum yang baru (La Nyalla) datang menghadap, terimalah," pungkasnya.