Pernyataan kekecewaanya ini disampaikan Rocky ketika menyudahi rapat tertutup oleh Menpora. Ia memandang keputusan menjankan QNB League 2015 tanpa PSSI tidak akan disambut positif oleh FIFA.
"QNB League tidak akan dianggap kompetisi FIFA mengingat yang menjadi member FIFA adalah PSSI, bukan Tim Transisi bentukan pemerintah. Selain itu keputusan ini sangat berbahaya karena bisa memecah belah persatuan," tegas Rocky
Tak hanya itu, Rocky juga mengungkapkan kegelisahannya terhadap operator tim transisi yang nantinya mengawal liga.
"Sangat tidak mungkin kompetisi ini tetap berjalan tapi operatornya Tim Transisi. Oke kita main kompetisi domestik sampai selesai, tapi setelah selesai kita tidak akan dapet kuota Champions League dan AFC karena kita tidak diakui oleh FIFA dan AFC," tambah Rocky.
Seperti tak cukup mengkritisi sikap Menpora, Rocky dan 17 pengurus klub QNB League 2015 lainnya juga pernyataan sikap terkait pertemuan 18 klub bersama Menpora hari ini dengan turut membubuhkan tanda tangan.
Keputusan Kemenpora meminta PT Liga Indonesia melanjutkan kompetisi tanpa campur tangan PSSI menjadi hal yang rancu, mengingat PT Liga tak kan bergerak tanpa EXCO dan Rapat Umum Pemegang Saham.