Gede Kuasai Persebaya Surabaya

Rabu, 29 April 2015 18:43 WIB
Kontributor: Fajar Kristanto | Editor:
© Fajar Kristanto/INDOSPORT
 Copyright: © Fajar Kristanto/INDOSPORT

Untuk diketahui, kerjasama antara PT MMIB dengan SCTV bermula saat Persebaya promosi ke Indonesia Super League (ISL) 2014 lalu. Perusahan media tersebut memiliki saham PT MMIB sebesar 51 persen. Sementara 49 persen sisanya dikuasai oleh Diar Kusuma Putra dan Ali Affandi.
 
Kini, Gede telah memiliki 100 persen saham PT MMIB. Dia lantas mengalihkan pengelolaan dengan menggunakan salah satu perusahaannya, yakni PT Permata Sejahtera Nusantara (PT PSN).
 
"Saham 90 persen PT MMIB dibeli PT PSN. Sedangkan atas nama Gede Widiade sebanyak 10 persen," beber Gede ketika dikonfirmasi wartawan, termasuk INDOSPORT.

Pengusaha asal Wonokromo, Surabaya ini mengaku membutuhkan waktu lama agar SCTV mau melepas sahamnya.
 
"Saya nego dengan SCTV sudah sejak empat bulan lalu. Saham 49 persennya milik Diar dan Ali," sambung Gede.
 
Hanya saja, meski telah membeli 100 persen saham, namun Gede menolak disebut mengakuisisi Bajul Ijo.

"Biarpun dua-duanya milik saya, tapi PSN bukan perusahaan pengelola olahraga," pungkas mantan manajer dan CEO Persebaya 1927 ini.
 
Berubahnya kepemilikan Persebaya dari PT MMIB ke Gede dibenarkan manajer Persebaya Sulaiman Hary Ruswanto yang menyebutkan adanya perubahan kepemilikan saham. 

"Persebaya saat ini ada di bawah PT PSN, yang telah membeli semua saham yang dimiliki oleh PT MMIB," ujarnya.
 
"Saham terbesar PT PSN adalah milik Gede Widiade, jadi sekarang Gede Widiade yang asli Wonokromo ini adalah pemilik Persebaya," tegas pria yang kerap disapa Gendhar ini. 

Alhasil dia meminta semua pihak bisa membantu Arek Suroboyo ini untuk mempertahankan Persebaya supaya tetap eksis di kancah persepakbolaan Indonesia.

3