Jatah libur panjang yang tak terbatas memang menyiratkan kekhawatiran tim pelatih Arema Cronus terhadap kondisi para penggawa Singo Edan. Terlebih ketika nanti akan kembali ke tim dan mulai latihan saat ada kejelasan kompetisi Qatar National Bank (QNB) League 2015.
Seperti diutarakan oleh pelatih Arema Cronus, Suharno pun berpesan pada anak asuhnya supaya menjaga kondisi selama libur latihan.
"Kondisi pemain harus tetap dijaga dengan latihan sendiri di rumah," kata dia.
Permintaan itu karena bisa saja sewaktu-waktu ketika sudah ada kejelasan mengenai nasib kompetisi, para pemain harus siap dipanggil berlatih kembali untuk menjalani laga lanjutan QNB League 2015. Dengan kondisi pemain yang terjaga kesiapan tim tinggal menyesuaikan.
Pernyataan pelatih berusia 56 tahun itu menjadi isyarat bahwa mereka tetap berharap kompetisi kasta teratas Indonesia selekasnya kembali digulirkan. Khusus untuk kepastian gelaran kompetisi, tim pelatih berharap agar PSSI dan Kemenpora bisa menemukan solusi terbaik.
Pasalnya, hingga saat ini, pertentangan antara kedua institusi itulah yang membuat persepakbolaan Indonesia menjadi carut marut. Kompetisi yang digadang-gadang menjadi tonggak Timnas Indonesia juga tak berjalan maksimal.
"Semoga PSSI dan Menpora bisa berdamai. Dan konflik saat ini bisa segera mereda," harap Pelatih asal Klaten Jawa Tengah ini.
Sampai sejauh ini, setiap tim kontestan QNB League hanya melakoni dua-tiga pertandingan. Namun kini harus terhenti kembali. Kompetisi rencananya akan kembali digulirkan pada pertengahan Juni mendatang. Tim Pelatih sendiri sebenarnya tak dapat menyembunyikan kekesalannya saat kompetisi harus mengalami penundaan untuk ketiga kalinya. Sejak konflik mulai mencul sejak awal Februari lalu.