"Memang ada wacana mulai Senin depan pemain diliburkan. Tapi, untuk lebih detailnya silakan menghubungi pelatih kepala," ujar Sekretaris Persegres Hendri Febri, Jumat (1/5/15).
Sementara itu, pelatih Persegres Liestiadi saat dikonfirmasi hanya pasrah dan menunggu keputusan dari manajemen.
"Kami masih menunggu keputusan dari manajemen dan nanti malam ada pembahasan soal itu," tuturnya.
Pelatih asal Medan itu juga bingung apabila latihan tetap digelar. Sebab, situasi seperti sekarang membuatnya sulit menyusun program latihan, jika tidak ada tanda-tanda kapan kompetisi digelar kembali.
"Yang jelas kami masih menunggu manajemen dulu. Kalau ada keputusan diliburkan mau diapakan lagi," ungkap Liestiadi.
Saat ini, Laskar Joko Samudro mengawali QNB League dengan sempurna setelah meraih tiga kemenangan, dengan berada di pucuk klasemen sementara usai mengoleksi 9 poin.
Namun, situasi kompetisi yang tidak jelas membuat tim pontang-panting membuat program latihan, bisa saja berimbas buruk pada konsistensi tim.
Kekhawatiran tak bisa melanjutkan tren positif pun menyeruak, apalagi belum ada kepastian kapan liga kembali bergulir.
"Jelas saya khawatir dengan level kualitas anak-anak nantinya. Tim sudah mengawali musim dengan sangat bagus, tapi situasi kompetisi membuat kami harus mulai dari nol lagi," tutur Liestiadi.
"Semua tentu gelisah dan berat memikirkan ini. Sungguh kondisi ini tak menguntungkan bagi kami. Tapi, jangan sampai frustrasi karena akan merugikan diri sendiri. Kami telah membuat pondasi yang cukup kukuh untuk memperbaiki prestasi Persegres. Semoga memberikan hasil positif," pungkas mantan pelatih Persiba Balikpapan ini.