SFC Telah Merugi Lebih dari Rp10 Miliar

Minggu, 3 Mei 2015 04:08 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor:
© Muhammad Effendi/INDOSPORT
 Copyright: © Muhammad Effendi/INDOSPORT

"Bagaimana nasib klub, pemain, pelatih, dan suporter? ISL itu hiburan rakyat kecil. Seharusnya mereka memahami hal itu," tambahnya.

Umuh akan segera berkoordinasi dengan Direktur Utama PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Glen Sugita perihal penghentian kompetisi QNB League 2015 ini.

Sejak awal musim kompetisi QNB League, Manajemen Sriwijaya FC terus mengeluarkan biaya untuk Laskar Wong Kito.

Pengeluaran itu mulai dari membayar uang downpaymen, gaji pemain selama empat bulan, operasional tim, dua laga home, satu kali away, serta biaya lainnya yang ditaksir lebih dari Rp10 miliar.

"Kita belum hitung berapa kerugiannya, tapi sekitar Rp10 miliar," kata Direktur Keuangan PT SOM Yuliar, Sabtu (02/05/15).

Dihentikannya kompetisi QNB League akan menjadi kerugian terbesar bagi Sriwijaya FC. Bahkan tak hanya Laskar Wong Kito, ke-17 tim lainnya juga mengalami hal yang sama.

"Ini benar-benar musibah bagi kita," ujarnya.

Manajemen pasti akan mengalami rugi puluhan milyar, dan itu tak terelakkan bila benar kompetisi dihentikan.

"Semuanya rugi, Manajemen, sponsor, pemain dan semuanya," katanya.

3