Sukadana Sesalkan Liga Dihentikan

Senin, 4 Mei 2015 20:15 WIB
Editor:
© Ardiansyah/INDOSPORT
 Copyright: © Ardiansyah/INDOSPORT

Sebagaimana di ketahui kompetisi Qatar National League (QNB) atau Indonesia Super League (ISL) musim 2015 telah resmi dihentikan akibat kisruh yang berlarut-larut antara Kemenpora dan PSSI. Konflik itu membuat PSSI menilai situasi ini sebagai keadaan force majeure dan memutuskan untuk menghentikan kompetisi musim ini.

Sukadana menyebut keputusan tersebut sangat merugikan dirinya dan rekan-rekan seprofesinya. Ia pun bertanya-tanya kenapa PSSI sampai mengehentikan kompetisi.

"Saya sangat menyesalkan keputusan itu," ucapnya.

Keadaan ini pun dinilai sangat menyedihkan seluruh pemain. Pasalnya, dengan keadaan negara yang aman, keputusan itu sebenarnya tak perlu terjadi. Apabila, semua pihak yang bertikai mampu meredam ego untuk kebaikan sepakbola nasional. 

"Harusnya simpan ego masing-masing, itu lebih baik," sambungnya.

Kekecewaan pemain yang biasa disapa Suka ini sangat beralasan, sebab menurutnya dengan dihentikannya kompetisi, maka klub memutus kontrak pemain. Padahal, sebagai seniman lapangan hijau, sebagai satu-satunya sumber penghasilan.

"Banyak yang bergantung sama bola, ribuan orang, tidak cuma ratusan. Sekarang mereka semua termasuk saya bingung mau ngpain," bebernya.

Walau di satu sisi, dengan dihentikannya kompetisi, Suka mendapatkan libur dari klub yang dibelanya merupakan hal yang langka. Ia bisa pulang kampung dan berkumpul bersama keluarga. Namun libur kali ini, tak dilaluinya dengan perasaan gembira. 

"Ya enak libur, di rumah saja kumpul keluarga, tapi kalau gak gajian sama saja gak enak," terangnya.

Sehingga pemain yang biasa mengenakan jersey nomer 44 ini berharap agar permasalahan yang melanda sepakbola tanah air segera berakhir.

"Mudah-mudahan secepatnya ada jalan keluar dan ada solusi terbaikuntuk masalah ini," pungkasnya.

1